ARWAH SI KEMBAR
Perutku terasa nyeri sekali, mungkin kontraksi akibat hentakan tubuhku yang cukup kuat, terlebih karena terkejut.
Kuusap perutku beberapa kali, berharap dapat mengurangi sedikit saja rasa sakit yang kian menjalar keseluruh tubuhku.
Namun, justru semakin lama semakin terasa luar biasa sakitnya.
"Mas, perutku sakit sekali. Tolong panggilkan Ibu, Mas," pintaku. Rasa sakit yang kurasakan saat ini seolah menghapus segala kejadian yang baru saja kulihat.
Hot Chapters