DINIKAHI CALON KAKAK IPARKU
Di mana aku bisa menghirup oksigen dengan begitu rakus.
"Bang, cepetan jalannya kenapa? Pelan banget. Sengaja pengen lama-lama gendong aku, iya?!" Aku menegur Bang Fahad yang terlampau santai berjalan. Sementara aku sudah cepat ingin diturunkan dan tiba di pantainya.
"Kamu gak sadar, ya? Kamu ini berat, tahu! Saya heran, tubuh kurus begini tapi kok berat banget. Emm, kayaknya kamu kelebihan dosa," cetusnya membuat mataku membola.