Cinta Pengganti
Sepertinya, ada saraf atau urat yang melenceng dari tempatnya, ketika Gilang hendak mengejar Kiya.
“Kan, saya sudah bilang berkali-kali.” Kiya melewati Gilang dan menarik kuris pria itu. ia menempatkan kursi tersebut di belakang tubuh Gilang, dan membawa pria itu duduk perlahan di sana. “Mas itu harus rutin terapi, jangan bolong-bolong, mentang-mentang sudah nggak ada keluhan. Kalau sudah begini, siapa yang rugi? Bukan saya, tapi Mas Gilang sendiri.”