Sembilan Tahun Lagi
“Ak—“
“Anna, tiap orang pasti pernah bikin salah. Manusiawi. Kamu salah karena manfaatin aku. Tapi aku juga salah karena dulu egois banget sampai lost control dan ngomong yang nyakitin kamu banget. Semua pernah salah. Ayo, Anna, kita perbaiki semuanya. Kita bersatu, kita mulai semua dari awal. Kita belajar dari kesalahan-kesalahan itu.”
Jeda. Dia mengatur napasnya yang terengah.
“Anna, apa kamu akan mengulang pengalaman buruk itu? Kalau kita selalu bersama, apa ada celah orang lain masuk? Tiga tahun, dan kamu bisa pegang janji. Apa itu kurang? Apa kamu nggak bisa yakin sama diri kamu sendiri?”
Dia terus menatapku, mencari jawaban di wajah meraguku.
Hot Chapters