Wanita Berhati Baja
Tak pernah terjadi.
Aku akui, masih menyimpan nama ibumu di lubuk hati. Tak terganti, meski wanita lain datang ke hidupku untuk merampas rasa ini.
Meski kemudian, aku merasakan patah hati yang jauh lebih dahsyat lagi. Yaitu saat istriku pergi untuk selamanya. Baru aku sadar, rasa kehilangan jauh lebih besar, dibanding saat aku kehilangan ibumu. Itulah buah kebersamaan. Cinta tumbuh samar-samar. Namun, berakar kuat. Ketika tercabut oleh kematian, hampanya luar biasa. Setiap hari aku berdoa, semoga aku bisa segera menyusulnya ke alam baka.
Bab Populer