Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dua Kakak Tiriku Yang Posesif

Dua Kakak Tiriku Yang Posesif

Hanya suara samar pendingin ruangan dan deru kapal-kapal dari pelabuhan yang terdengar jauh di balik dinding kaca. Lalu... ​Tok! Tok! Tok! Suara ketukan keras mendadak memecah seluruh ketegangan yang memenuhi ruangan. Nadine tersentak. Dominic langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu. Ketukan berikutnya terdengar jauh lebih keras, lebih tergesa-gesa, dan sarat akan kepanikan yang mendalam. Tok! Tok! Tok! "Nona Nadine!"
1019.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 613 kali sebagai ketukan nada
Baca
+Pustaka
Putri Jahat Itu Menjadi Waras

Putri Jahat Itu Menjadi Waras

“Dengar baik-baik. Gui! (Mahal!) Nadanya harus dibentak.” Anak itu mengulangi kembali dengan suara pelan. Ruyu langsung berpindah ke tulisan berikutnya di papan setelah berhasil mengucapkan dengan benar. “Si! (Mati!)” Untuk kali ini, Ruyu menghembus napas lelah sembari memijat pelipisnya. Satu ruangan itu langsung pecah oleh tawa murid-murid yang lain. “Si! (Empat!) Pakai nada keempat. Kalau pakai nada naik turun, kau malah sedang menghitung orang mati.”
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai ketukan nada
Baca
+Pustaka
Terjebak Hasrat Terlarang Tetanggaku

Terjebak Hasrat Terlarang Tetanggaku

Ketukan itu terdengar sekali lagi. Tok … Tok … Tok …! Fahmi memejamkan mata, menarik napas panjang, lalu menghembuskannya dengan wajah jelas kesal. “Sial …,” umpatnya dalam hati. ‘Benar-benar mengacaukan waktu sakral ini!’
10104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai ketukan nada
Baca
+Pustaka
Ketika Kamu Mengetuk Hatiku

Ketika Kamu Mengetuk Hatiku

“ ceritanya panjang , segeralah kemari. “ kata eyda bergemetar “ segera. “ ucap singkat gezod lalu mematikan telfon nya. “ tidak ada sopan santun nya , tak beda jauh sama bos nya. “ gerutu eyda. Lalu melangkahkan kakinya menuju adskan yang masih terlelap dalam tidurnya. Di tatap nya wajah adskan kemudian entah apa yang di perbuat eyda saat ini begitu tidak dapat di nalar oleh nya sendiri. Tangan eyda tiba-tiba menyentuh wajah adskan kemudian membelainya pelan hingga sampai pada bibir adskan yang tergolong tipis.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai ketukan nada
Baca
+Pustaka
Dalam Obsesi Sang Alpha: Aku Bukan Luna yang Terbuang

Dalam Obsesi Sang Alpha: Aku Bukan Luna yang Terbuang

Nada itu terdengar sangat lembut, bahkan hampir tidak terdengar oleh telinga manusia biasa. Namun, seluruh permukaan altar batu raksasa di depan mereka langsung bergetar hebat setelah nada pertama itu menyentuh udara gua. Nada kedua menyusul keluar dari bibir Elara dengan ritme yang stabil. Nada kali ini terdengar jauh lebih dalam, jauh lebih murni, dan berkali-kali lipat lebih kuat tekanannya. Getaran frekuensi suara yang dihasilkan oleh Elara bukanlah sebuah serangan fisik yang kasar, bukan pula sejenis sihir penghancur bangunan yang biasa digunakan oleh penyihir hitam.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai ketukan nada
Baca
+Pustaka
Ace Tribes

Ace Tribes

“Pelafalan namamu aneh.” Yang dihina melirikku sepintas tanpa berkata apa-apa, balik menjatuhkan tatapan menuju barisan huruf sekecil semut itu. Cih, menjenuhkan. Kuketuk berkali-kali permukaan sofa dengan ruas-ruas jemariku, menciptakan kebisingan yang mengusik kegiatan membaca si Putra Mahkota. Menutup rapat netraku, aku terus-terusan memainkan ketukan itu sampai sebuah tangan menahanku, disusul decak lidah seseorang. Siapa lagi jika bukan Remus?
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai ketukan nada
Baca
+Pustaka
JIWA-JIWA YANG MALANG

JIWA-JIWA YANG MALANG

Lantas pria itu terbangun dalam satu kesadaran, kala sang mentari nun jauh telah nampak menyapa setiap pucuk-pucuk ilalang, bagai api yang berkobar menghangatkan penghidupan, maka secepat ini kah waktu itu berjalan? Sialnya bunyi ketukan terdengar begitu keras dari balik pintu rumahnya, jika harus dipikir-pikir siapa orang gila yang membuat kebisingan sepagi ini? Lantas dengan keadaan setengah marah Kelv membalasnya dengan sebuah tendangan dari dalam, sontak suara ketukan itupun menghilang. “Brengsek!” Makinya dalam hati sembari membaringkan kembali tubuhnya.
9.54.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai ketukan nada
Baca
+Pustaka
Retakan yang Tak Bisa Disatukan

Retakan yang Tak Bisa Disatukan

Pada hari ulang tahun pernikahan kami, hidangan di atas meja sudah berkali-kali dingin dan dipanaskan kembali. Dengan perasaan mati rasa, aku membuka sebuah postingan populer yang muncul tepat waktu. [Apa pecahan cermin benar-benar nggak bisa disatukan kembali?] [Jangan menipu diri sendiri, Pembuat Postingan. Pria paling pandai berpura-pura. Mereka bertaruh bahwa wanita bakal luluh, dan selalu ada yang percaya dengan sandiwara seperti itu.] Melihat komentar teratas itu, dadaku terasa sesak. Enam tahun lalu, aku memergoki Owen Hermanta dan gadis itu di atas ranjang. Dia yang biasanya begitu angkuh, untuk pertama kalinya menangis sambil berlutut. Katanya, saat itu dia sedang demam hingga salah
341 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai ketukan nada
Baca
+Pustaka
Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Tulisan tangan kasar, seperti tergesa: “Wahai penerus darah campuran, jika kau membaca ini, maka Simfoni telah dimainkan. Tiga nada pertama akan mengguncang batas realita dan mimpi. Tiga nada berikutnya akan membuka jalur ke dalam dunia iblis. Tapi nada ketujuh… nada terakhir, akan membuat dunia memilih—siapa yang berhak tinggal, dan siapa yang harus dibuang.” “Hanya satu kunci yang bisa menghentikan nada ketujuh. Kunci itu adalah kehendak manusia yang tidak dikorupsi oleh cahaya maupun kegelapan.” Raka menggenggam surat itu erat. “Nada ketujuh… mereka akan membuat dunia memilih. Tapi siapa yang memegang kehendak itu?”
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai ketukan nada
Baca
+Pustaka
Mantanku Panik Setelah Pengunduran Diriku

Mantanku Panik Setelah Pengunduran Diriku

Seketika aku sadar, Elaina pasti tahu kebenarannya. “Bukannya dia musisi berbakat? Tapi kenapa nggak bisa menjawab pertanyaan sederhana ini?” Sherwin menyingkirkan Elaina di depannya dan menjawab, “Nggak ada yang tak bisa dijawab. Nada mayor terdengar ceria, sedangkan nada minor lebih menyentuh hati. Lagu [Cahaya Reruntuhan] kalau diperlambat menjadi 0.75 kali kecepatan, baru terasa kalau itu bukan lagu yang ceria. Jadi, nada minor lebih pas dengan inti lagunya.”
6.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai ketukan nada
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status