Menikah dengan CEO Dingin
“Iya. Mau diundang nggak, barisan para mantan kamu? Aku cuma punya dua, yang satu udah gila yang satu dah nikah. Gak perlu diundang lah kalau yang udah gila.”
Justin terkekeh sembari menganggukkan kepalanya. “Iya. Tidak perlu kamu undang yang udah gila itu. Lagi pula, Kevin sudah berhasil bikin dia bonyok. Sekarang aja nama perusahaannya udah dihapus.”
“Pak Kevin, kalau udah kecewa nggak main-main, yaa?”
Justin mengangguk kembali. “Ya. Kamu tahu kan, waktu dia tahu aku yang udah jebak dia? Pokoknya, jangan pernah main-main sama Kevin. Jangan nuduh dia yang nggak-nggak, oke?”