Terjerembap dalam Pelarian
Jeda di ujung sana, hati-hati, penuh perhitungan, “Bos... itu wilayah Erlangga. Bertindak di sana bisa... berisiko.”
Aku membiarkan keheningan itu berlangsung sejenak, lalu berbicara lagi, setiap kata tajam, tak kenal ampun, “Lakukan apa pun yang diperlukan. Menyusup, memalsukan identitas, menyuap, membayar... apa pun yang diperlukan. Dan siapa pun yang tidak mampu, gantikan mereka.”
Gila? Benar.
Menimbulkan masalah di wilayah Keluarga Erlangga demi seorang wanita...