OBSESI BARA
"La, selama ini kamu udah kayak Bunda Fatimah, yang mencintai dia layaknya Ali. Dan aku yakin kalau dia memang Ali mu. Aku yakin kalau cinta Fatimah dan Ali akan kembali tercipta dengan adanya kamu sama Kak Shaka.
Laila terdiam, ia tersenyum samar. Memang, ada da harapan dihatinya akan hal itu. Tapi apa dia memang Fatimah? dan Shaka adalah Alinya? Lalu Bara? Ahh, memikirkan pria brengsek itu saja membuat moodnya menjadi hancur. Dan ... kenapa ia jadi memikirkan orang ketiga? Aish!
Laila dan Dena berjalan dalam keheningan, sampai tiba-tiba.