Fitnah Ibu Mertua
Aku mati-matian menahan gejolak amarah yang siap meledak bagaikan gunung berapi.
“Bunda,” ucap Raka pelan. Ia sudah selesai menyantap makanan miliknya.
Ya Allah, aku sampai lupa dengan anak semata wayangku ini. Aku buru-buru mengambil buku yang menceritakan kisah para nabi. “Sayang, mau dengar kisah para Nabi lagi, gak?”
“Mau, Bunda!”
Aku berusaha mengalihkan perhatian Raka, agar ia tidak mendengar ucapan ibu mertua yang kasar. Setelah ia tenang sendiri, aku kembali mendengarkan setiap kata-kata yang terlontarkan untuk mas Adam.
Bab Populer