KUBELI KESOMBONGAN IPARKU
Sepertinya suamiku memang sudah banyak ngobrol dengan Ryan, ia tampak akrab dengannya.
"Lain kali aja, ya. Nilam, aku pamit," ucap Ryan sambil meminta bersalaman. Lalu ia pindah meraih punggung tangan kedua orang tuaku.
Ryan, laki-laki yang sebenarnya pantas untuk wanita yang baik juga, untuk perjodohan dengan Hesti, biarkan alam semesta yang menyatukan mereka jika memang berjodoh. Bukankah sebenarnya jodoh itu adalah cerminan diri kita masing-masing?