KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Insya Allah.“
“Kenapa harus kerja sih? Duit lo kan masih banyak,“ celetuk Meera. Selalu saja dia berkata seperti itu.
“Enggak sebanyak kamu,“ balasku. Meera mencebik.
“Oh iya, gue punya surprise buat lo,“ katanya.
“Apa?“
“Bukan suprise namanya kalau gue ngasih tau lo. Udah sana cebokin Razka. Bau!“ serunya seraya menutup hidung.
“Iya, iya.“
Aku bergegas meninggalkan Meera. Usai mengganti pakaian Razka, aku pun menghampiri Bunda yang tengah memangku Shaka—si kakak di ruang depan.
“Meera mana, Bun?“ tanyaku seraya mendaratkan bobot di sampingnya.
“Loh, emangnya kamu nggak tau?“ Bunda balik bertanya. Aku mengernyit tak paham.
Bab Populer