Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Koma

Koma

RIMBA "Bisa nggak nulis kisah orang lain aja, jangan kisah gue, muak gue bacanya males juga nginget masa lalu. Pokoknya bab selanjutnya harus ganti, tulis kisah lain! Fix no debat!" "Ssssttttt. Iya, gue ganti. Please..... jangan berisik." "Ganti di bab ini! Sekarang juga!" "gimana sih, katanya di bab selanjutnya?"
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai kolong
Baca
+Pustaka
Berondong Buleku

Berondong Buleku

Luna pasrah. Menunggu? Di mana? Apa yang harus ia lakukan sekarang di saat ia ingin segera keluar dari sini. Di tengah kebingungannya, perutnya berbunyi, bayi dalam perutnya juga pasti sedang merengek minta makan. Akhirnya ia pun memutuskan untuk mencari makan, cukup lama ia berkeliling mencari tempat makan yang sesuai seleranya, tentu saja makanan Indonesia yang ternyata sulit ia temukan di antara banyaknya restoran Eropa, Chinese dan juga Korea. "Soto!" ucapnya setelah netranya berhasil menangkap restoran dengan papan nama 'Soto Lamongan'.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai kolong
Baca
+Pustaka
BERONDONG

BERONDONG

Tapi tetap salah Roney karena telah membawa Elang menuju kamuflase kambing congek. "Salah lo sendiri gak bawa buntut" timpal Roney sambil menjulurkan lidahnya. Buntut yang di maksud Roney bukanlah ekor panjang yang biasanya tumbuh di bokong hewan yang sering bergelantungan dan doyan pisang. Maksud Roney adalah Rere. "Oy! Lo yang ngawur bangke. Ngajakin nge-mall pas malem jumat! Berasa jadi babi keluyuran gue"
108.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 242 kali sebagai kolong
Baca
+Pustaka
SELINGKUH

SELINGKUH

"Sepertinya pelayan sudah selesai menyiapkan hidangan kita." Romero tiba-tiba mencium bibir Sheila, sementara wanita itu berontak dengan memukul-mukul dada Romero untuk menolak ciuman Romero. Sayangnya tenaga Romero lebih besar dibandingkan dengan tenaga Sheila. Romero adalah pria dengan perawakan tinggi besar, bahkan Sheila yang memiliki tinggi 165cm dan telah mengenakan sepatu dengan hak 10cm masih tidak dapat menyamai tinggi pria dengan manik mata cokelat itu.
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 500 kali sebagai kolong
Baca
+Pustaka
Menantu Konglomerat

Menantu Konglomerat

jawab Raul. Vincent membolak-balik kartu itu. Warna dominannya hitam pekat, dan di salah satu sisinya ada ukiran seekor naga berwarna emas. ‘Apalagi ini?’ pikirnya. Jika benar itu prank, Vincent salut sebab tampaknya perempuan di hadapannya ini sudah menyiapkan segalanya dengan baik. Bahkan dia dan timnya sudah mencetak sebuah kartu yang terlihat sangat berkelas dan elegan itu!
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai kolong
Baca
+Pustaka
Kegilaan di Kolam Ikan

Kegilaan di Kolam Ikan

Jacob berjongkok, menarik rambutku ke belakang, dan membuat rasa sakit menusuk di kulit kepalaku. "Tempat ini ... sebenarnya apa yang terjadi di sini?" Jacob melepaskan genggamannya dan tertawa terbahak-bahak. "Kamu sudah bisa menebaknya, kenapa masih tanya? Kolam ini, tentu saja untuk memelihara 'ikan'." "Lihat, begitu banyak putri duyung ini, semuanya aku pilih dengan hati-hati, menghabiskan waktu, uang, dan tenaga. Saat mereka 'matang', tentu saja mereka harus membalas jasaku."
198.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.6K kali sebagai kolong
Baca
+Pustaka
KUNTILANAK MERAH

KUNTILANAK MERAH

kata boneka itu sambil berputar di tempat, “Sekarang aku numpang di pos ini karena Alfamart sudah penuh.” “Kamar di rak minuman dingin emang cepat habis,” kata Pak Satto sambil menuangkan cairan dari botolnya ke gelas plastik. “Maaf Pak,” tanya boneka itu sopan, “Itu air apa?” “Air rendaman keris. Buat menetralisir hawa takut.” Boneka itu diam sejenak, lalu bersin. “Maaf… saya alergi keris.” Pak Satto tersenyum. “Kalau kamu alergi, berarti kamu bukan arwah asli Kalibungkus. Asli sini kebal keris.”
869 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai kolong
Baca
+Pustaka
SANG MENANTU TERBUANG

SANG MENANTU TERBUANG

Namun, kartu nama hitam pekat yang diletakkan Tuan R di gelas sampanyenya terasa seperti bom waktu yang berdetak di tangannya. Ia menatap kartu itu lama. Tidak ada logo mewah, tidak ada nomor telepon pribadi, hanya nama perusahaan Black Dragon Capital dengan font Gothic yang elegan, dan di bawahnya: R. Singkat, misterius, dan arogan seperti pria yang memberikannya. “Siapa pria itu?” Aruna bertanya pada asisten pribadinya, Raya, dengan nada rendah yang tidak berusaha menutupi kekesalannya.
10723 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai kolong
Baca
+Pustaka
KAMPUNG HALIMUN

KAMPUNG HALIMUN

Oaaaaaa Oaaaaaa Blag, blag, blag, Makhluk itu benar-benar kesusahan untuk bergerak, lorong yang biasa dipakai oleh para manusia untuk beraktifitas dan berobat di sana tertutupi oleh tubuhnya yang besar, bahkan saking besarnya dia tidak berjalan di dalam lorong itu, tapi seperti menyeret tubuhnya yang belum bisa berjalan seperti layaknya bayi yang baru dilahirkan. “Se, se, sekarang kita harus kemana A Dudung? Kita benar-benar gak aman ada di sini.” kata Dian dengan nada yang panik.
9.630.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai kolong
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Joy Julia
Sepertinya mending selesaikan Warung Tengah Malam dulu Thor, sudah terlanjur seru, biar bs fokus satu per satu dulu. Kampung Halimun seru jg, tp blm panas. Bakal geregetan kalau disana masih bersambung, disini bersambung
Baca Semua Ulasan
Catur Rogo

Catur Rogo

Bedanya ini menggunakan bahasa indonesia dan warnanya sedikit lebih terang. Setelah Asep duduk di hadapannya. Taksa melepas kalung yang ia pakai, menggenggam bandul kalung pada tangan kanan dan merapal mantra. Lalu keluar cahaya putih keemasan dari sela jari-jari. Bandul kalung yang semulanya kecil menjadi keris berukuran besar. Mata Asep terbelalak kaget. Ia terkejut dengan apa yang baru saja ia lihat. "Buset. Kok bisa berubah."
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai kolong
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status