Tunanganku Menyesal Setengah Mati
"Lagipula, sekalipun kami tidur bersama, kami juga sudah menikah. Itu sah dan sangat wajar!"
Wajah Stanley langsung memerah. Dia menunjukku, jarinya gemetar sangking marahnya.
Para polisi tampak ragu setelah mendengar ucapanku dan melihat akta pernikahan yang kutunjukkan.
Namun, tepat saat amarah Stanley mencapai puncaknya, dia malah tertawa.
"Pak polisi, lihat. Dia bahkan sudah ditipu, tapi masih membela gelandangan miskin seperti itu. Jelas-jelas otaknya sudah nggak jernih."