Lima Tahun Tak Disentuh
Begitulah lelaki dan sebenarnya yang dirugikan adalah perempuan yang hanya dijadikan obyek pemuas.
Amara masuk membawakan kopi untuk Satria. Kopi yang selalu membuat Satria ketagihan. Sejak pertama Amara bekerja di sana, lidahnya sudah jatuh hati dengan kopi buatan Amara. Dia baru menyadari kalau dulu Abiyan sering memuji kopi buatan Amara. Kopinya, sih, sama, tapi takaran sajiannya yang beda, mungkin Amara membuatnya dengan sepenuh hati hingga menjadikan rasa kopi buatannya begitu enak.
“Nanti makan siang ikut aku,” kata satria, masih tetap dengan suara yang tidak terdengar lembut.