Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Satu Malam

Cinta Satu Malam

Suara ayam jantan, ayam betina, suara bebek dan banyak binatang lainnya yang saling bersaut sautan, membuat Kirana cepat terbangun, di kota tidak ada yang seperti ini. Tok..Tok..Tok.. Suara ketukan pintu terdengar, siapa yang datang pagi buta ke rumah Kirana, padahal ia belum mengenal siapa siapa disini, Kirana membuka pintu. "Selamat pagi Bu RT?" Kirana menyapa Bu RT saat membuka pintu. "Jangan lupa jam delapan pagi, sudah sampai paud, oh iya bajunya juga yang sopan ya, soalnya orang kota biasanya bajunya ala kadarnya," Bu RT berkata sambil tersenyum.
9.7489.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12.7K kali sebagai koran pagi
Baca
+Pustaka
Never Cease

Never Cease

Because I only know a love That looks at you from behind -o- Pagi selalu tampak membahagiakan. Hari dimulai dan berawal saat ini. Setelah laki-laki bermarga Lee membasuh wajahnya, ia memulai rutinitasnya dan membuka sebuah buku. Hari ini mungkin hari keberuntungannya. Ia berharap mendengar kabar baik di bawah langit yang indah.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai koran pagi
Baca
+Pustaka
Let's Play With Me

Let's Play With Me

Untung saja Rexy sudah membuatkan kopi, senjata yang selalu berhasil menjinakkan Cora. Sluurp… Cora langsung menyeruput kopinya setelah pantatnya menyentuh kursi. Menu pagi ini adalah sandwich lagi. Menu yang sangat tidak mengenyangkan untuk Cora yang selalu mengawali pagi dengan makanan berat. “Kau masih punya daging?” tanya Cora. “Tidak ada. Semua bahan makanan sudah habis. Nanti siang kita harus berbelanja,” jawab Rexy.
107.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 286 kali sebagai koran pagi
Baca
+Pustaka
SENTUH AKU BANG! BERI AKU NAFKAH BATHIN!

SENTUH AKU BANG! BERI AKU NAFKAH BATHIN!

Suara lantunan ayat suci dari speker mesjid telah membangunkannya untuk shalat shubuh. “Dek Maya. Bangun Sayang, sudah Shubuh?”terdengar suara Bang Kay di pintu kamar. “Iya, Maya sudah bangun, sudah masak juga, Abang sarapan saja nanti duluan, Maya lagi nggak mood sarapan.” sahutku dari dalam kamar. “Oh iyalah. Abang ke masjid dulu ya Sayang.” seru Bang Kay.
1012.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 284 kali sebagai koran pagi
Baca
+Pustaka
Suamiku Simpanan Tante-tante

Suamiku Simpanan Tante-tante

Suamiku Simpanan Tante-tante 8 Ipar yang Culas Kumandang adzan subuh selalu sukses membangunkan aku setiap pagi. Segera aku pun bangkit dari tidur, seperti biasa untuk menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim. Tetapi aku sedikit kaget karena ternyata suamiku tak ada di samping. "Apa mungkin Mas Saleh belum pulang?" Sontak aku pun berucap dengan lirih.
1022.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 594 kali sebagai koran pagi
Baca
+Pustaka
Kontrasepsi di Kamar Adikku

Kontrasepsi di Kamar Adikku

Mentari pagi mulai menampakkan pendar jingganya, menerobos masuk melalui sela-sela tirai yang terbuka. Entah mengapa pagi ini badanku kembali lemas seperti tidak bertenaga. Perutku mual, kepalaku juga terasa berputar-putar seperti gasing. Mas Kenzo duduk di bersandar di atas dipan, sambil memegang tasbih dan berzikir.
1085.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai koran pagi
Baca
+Pustaka
C E O Dingin itu Mantan - Ku

C E O Dingin itu Mantan - Ku

#FLASH BACK MASA LALU UTOMO/ REYNALDI# Tepat pukul 4.53 Utomo terbangun bersamaan suara azan yang berkumandang lewat ponselnya. Semalam ia d******d aplikasi Alquran lewat ponselnya yang berisi jadwal sholat. Hal itu dilakukan semalam saat ia pulang makan malam bersama Jill, wanita warga negara Australia yang ia temui di restoran milik orang tuanya.
9.525.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 717 kali sebagai koran pagi
Baca
+Pustaka
Desahan Dikamar Tamu

Desahan Dikamar Tamu

ucapnya seraya memegang perutnya. "Sakit perut? Ya udah, sini Bunda olesin minyak kayu putih," ucapku seraya menyeret langkah mendekat ke lemari, lalu mengeluarkan kotak P3K. *** Pagi yang cerah, cahaya malu-malu mengintip dari balik gorden. Pelan aku mengangkat tubuh dari atas sajadah. Sehabis sholat tadi, aku membaca Al-Qur'an sampai jarum jam menunjukkan jam enam pagi. Karena tidak lagi memikirkan perut seisi rumah, hanya purutku dan Zulfa saja, maka aku mempunyai banyak waktu di pagi hari. Tidak buru-buru yang setiap pagi selalu berkejar-kejaran dengan jarum jam.
1042.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 852 kali sebagai koran pagi
Baca
+Pustaka
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Suaranya terdengar tenang. Entah apa, tapi yang barusan itu ia tangkap sebagai sebuah sinyal. Baskara tersenyum. Ada banyak yang perlu diterjemahkan dari senyumannya. Tiba-tiba terlihat tanda-tanda bahwa pagi yang ia nantikan selama ini sebentar lagi akan kembali. Ia berdebar menanti malam-malamnya yang penjang segera berakhir. Siap atau tidak siap, tapi kebahagiaan itu harus disongsong dengan suka cita. Ria meminta maaf padanya. Sungguh sebuah angin sejuk.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai koran pagi
Baca
+Pustaka
Tergoda Rayuan CEO Muda

Tergoda Rayuan CEO Muda

Happy Reading ***** Membuka mata karena mendengar suara orang mengaji dari speaker musala. Wening menegakkan tubuh dan menyandarkan kepala sebelum turun dari ranjang. "Alhamdulillah. Engkau masih memberi hamba kesempatan terbangun pagi ini, Ya Allah." Mengusap kedua tangan pada wajah. Gadis itu tersenyum. Mengambil ponsel karena mendengar dering notifikasi masuk. Wening mendapat sapaan pagi dari Fandra.
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 312 kali sebagai koran pagi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status