Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SEPERTI MENDUNG

SEPERTI MENDUNG

Nilai yang malang, katanya, lalu dia melanjutkan menulis alamat yang terdengar, hingga angka tujuh itu menjadi samar-samar karena tertutup oleh tulisannya. * Aa Ujang melihat anak kecil yang poni rambutnya menutupi mata. Anak kecil itu berdiri saja di dekat lawang kamar dengan pakaian putih-putih, bulat matanya serasa ingin keluar. Ada guratan merah di wajah anak kecil itu, seperti bekas sayatan oleh pisau. Sungguh, membuat merasa yakin dengan kejadian yang sering menimpa keluarga Kakek Samad itu ulah dari makhluk halus.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai kotoran mata seperti benang
Baca
+Pustaka
Ksatria Pengembara Season 2

Ksatria Pengembara Season 2

"Aku tidak menemukan kemana lenyapnya ujung- ujung benang aneh ini!" kata Maithatarun sambil besarkan mata memeriksa. Bintang segera memperhatikan berkeliling lalu berkata. "Jika yang digerakkan adalah patung-patung kayu, berarti benang-benang itu berhubungan dengan sosok patung itu!"
9.5243.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.1K kali sebagai kotoran mata seperti benang
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Rmdni
kak izin promosi yah. ayo baca ceritaku kisahnya seru karena menceritakan Fantasi lokal, yang bakal memuat cerita lokal terus dipadukan dengan hal fantasi. judulnya: Legenda: Nusantara jangan lupa voted ya kak ......
KSATRIA PENGEMBARA
Jangan lupa mampir ke cerita baru saya berjudul : SI BUTA DARI SUNGAI ULAR 'Dalam kegelapan, sosok seorang putra. Dendam dan lara menutup kedua matanya. Dia terjerumus sebagai manusia. Dan bangkit menjadi Legenda'
Baca Semua Ulasan
Donaturku Ternyata Ayah Sahabatku

Donaturku Ternyata Ayah Sahabatku

Lalu Bianca merasakan sesuatu—benda asing, tipis, basah—menempel di bola matanya. Bianca mengerjap. "Jangan kedip!" Carisa panik. "Ca—" "Sebentar lagi. Tahan." Benda asing itu bergeser. Bianca merasakan sensasi perih di sudut matanya—bukan sakit, tapi tidak nyaman. Seperti ada pasir yang masuk ke mata, tapi tidak bisa ia keluarkan. "Kedip pelan-pelan," kata Carisa. Bianca mengedip. Perlahan. Benda asing itu bergeser ke tempat yang lebih nyaman. Matanya berair. Ia mengedip lagi. Lebih lambat.
420 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai kotoran mata seperti benang
Baca
+Pustaka
Suara Desahan Di Kamar Iparku

Suara Desahan Di Kamar Iparku

ucapku. Cairan bening itu semakin menggenang lalu menjadi gumpalan yang bersembunyi di sudut mata dan menetes hingga meninggalkan jejak-jejak di pipi yang mulai dipenuhi oleh keriput halus itu. "Bu, apa ada sesuatu yang terjadi?" tanyaku yang semakin membuat perasaan ini terasa tak enak. Ibu masih diam. Tak ada jawaban yang keluar dari bibir itu, yang terlihat hanya buliran-buliran bening yang terus mengucur dengan begitu derasnya.
9.61.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42.3K kali sebagai kotoran mata seperti benang
Baca
+Pustaka
O, Yang Mulia!

O, Yang Mulia!

SPLASH! Sebuah gumpalan lendir jatuh dari atas dan menghantam lantai dua langkah di depan O. Gumpalan lendir bergerak, bentuk awalnya yang seperti telur mata sapi di atas teflon kini berbentuk persis seperti upil beringus yang kemudian dibulatkan dengan ujung jemari. Hanya saja, upil yang satu ini berukuran sangat besar dan bisa bergerak lincah seperti hewan pemangsa!
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai kotoran mata seperti benang
Baca
+Pustaka
Menjadi Tawanan Tuan Mafia

Menjadi Tawanan Tuan Mafia

"Saya juga mau mandi." Bu Eli meliriknya. "Kau juga terlihat mengenaskan." "Saya sadar." "Ada ranting nyangkut di rambutmu." Ken refleks meraba kepalanya. Benar saja. Masih ada ranting kecil terselip di sana. Ia menatap kosong ke depan. "Luar biasa." "Kalian benar-benar seperti habis perang." "Lebih buruk."
1014.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 504 kali sebagai kotoran mata seperti benang
Baca
+Pustaka
Bukan Siti Nurbaya

Bukan Siti Nurbaya

Aku dibuat shok oleh penampakan di cermin itu. “Ya Allah! Apalagi ini?” Seruku. Sekarang aku mengerti kenapa orang orang di warung tadi terus menatapku. Bagaimana tidak, pasti mereka keheranan dengan penampakanku tadi. Mata indah bola ping pong ku berubah bengkak seperti ini. Pantas saja tadi aku merasakan kesusahan membuka kelopak mataku. Dan rasanya hari ini dunia berubah menjadi tampak sempit. Ternyata bukan dunia yang berubah sempit tapi mataku yang sempit. Susah dibuka! Bagaimana aku bisa lupa? Mataku ini memang akan bengkak jika sehabis menangis aku langsung ketiduran. Kuhela nafas yang panjaaaang sekali, berharap mendatangkan kelegaan di hati. Hari ini aku benar benar sial bertubi tub
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai kotoran mata seperti benang
Baca
+Pustaka
The Lord of The Criminal

The Lord of The Criminal

Crst! Mula-mula, sang kakak menusukkan sendok tersebut ke matanya. memutar secara perlahan untuk berusaha melepaskannya dari rongga mata. Aliran darah perlahan keluar dari sana, serta geraman penuh kesakitan memenuhi usaha pelepasan mata tersebut. Plok! Bola mata tersebut berhasil keluar dari tempatnya. Jatuh mengelundung diselimuti oleh cairan merah pekat yang sedikit mengental. Hal tersebut membuat Jonathan tertawa kegirangan karena mendapatkan sebuah mata sebagai tambahan koleksinya.
9.98.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 238 kali sebagai kotoran mata seperti benang
Baca
+Pustaka
Cintai Aku, Om!

Cintai Aku, Om!

***** "Ah, sial" rutuk Rara menatap pantulan wajahnya di depan kaca. Wajahnya sangat kusut, apalagi kedua matanya, sembab. "Mata aku kaya bola bekel" rengek Rara meraba kedua matanya yang sangat sembab dan matanya merah. Rasanya Rara tidak mau keluar kamar kalo begini, bagaimana kalo Ayah, Bunda, dan Kak Ethan lihat?
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai kotoran mata seperti benang
Baca
+Pustaka
Diperistri Demi Ganti Rugi Resepsi

Diperistri Demi Ganti Rugi Resepsi

gerutunya semakin kesal saat bulu mata palsu yang memiliki jargon anti badai, tengah ditempelkan ke pangkal bulu matanya yang tak seberapa panjang, membuat kelopak matanya terasa lebih berat. "Dan ini, kenapa harus menggunakan benda gatal ini, apa kalian tidak melihat. Air mataku terus saja menetes sejak benda ini terpasang." Rasanya Sari tidak lagi bisa menahan diri, semua alat penunjang kecantikan itu membuatnya tidak nyaman.
1021.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 739 kali sebagai kotoran mata seperti benang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status