Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sukses Setelah Dihina

Sukses Setelah Dihina

“Kaya bukan jaminan bahagia. Jangan dilihat-lihat lagi. Untuk apa kamu melihat mereka, sementara mereka nggak mau melihat kamu sama sekali. Mulai sekarang, perlakukan mereka seperti biasa, jangan terlalu mau diperintah-perintah sama mereka. Kamu harus lebih berani.” Riri menatap suaminya, “Gimana caranya, Mas? Aku suka nggak tegaan orangnya, apalagi sama keluarga sendiri. Terutama Ibu. Aku hanya memikirkan Ibu, itu saja.”
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai ku iri pada kalian
Baca
+Pustaka
Istri Baru untuk Suamiku

Istri Baru untuk Suamiku

Ira duduk dengan ekspresi datar, tangannya menggenggam cangkir kopi hangat. "Karin, kenapa tiba-tiba ingin bertemu?" tanya Ira sambil menatap sahabatnya.. "Aku datang karena Rey, Ira," jawab Karin jujur. Ira langsung meletakkan cangkirnya dengan keras, hingga kopi hangat didalamnya hampir saja tumpah. "Kalau soal Mas Rey, aku tidak mau dengar. Dia sudah terlalu banyak bersandiwara."
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai ku iri pada kalian
Baca
+Pustaka
Diperebutkan Ibu dan Tiga Saudari Tiriku

Diperebutkan Ibu dan Tiga Saudari Tiriku

Daster renda transparan itu begitu tipis, memperlihatkan lekuk tubuh feminin dan kulit mulus sang kakak tiri secara sangat jelas di bawah cahaya jendela. Glek! 'Duh, Gusti... kemarin Mama pakai negligee maroon, sekarang Mbak Wanda masuk pakai daster renda menerawang begini!' jerit batin Tama overthinking setengah mati. 'Ini rumah beneran sarang bidadari tiri apa arena uji nyali keimanan Tama, sih?!' "Ada yang bisa Tama bantu, Mbak?" tanya Tama terbata-bata seraya mengusap keringat di pelipisnya.
788 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai ku iri pada kalian
Baca
+Pustaka
ADIK IPARKU MANTAN KEKASIHKU

ADIK IPARKU MANTAN KEKASIHKU

Dia sudah duduk dan matanya menatap dalam Irani. Irani meneguk ludahnya dengan susah payah. Wajahnya sudah bersemu merah karena menahan malu. “R … Rey … ma … maaf, atas kelancanganku,” ujar Irani dengan terbata. “Katakan! Apakah di antara kita ada hubungan spesial?” TBC ( TO BE CONTINUED )
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai ku iri pada kalian
Baca
+Pustaka
MEMBUNGKAM MULUT IBU TIRI

MEMBUNGKAM MULUT IBU TIRI

ucap Alvin,sopan. Mereka berdua saling pandang lalu sama-sama berganti menatapkami. Sorot mata keduanya dipenuhi kebencian, terutama Bu Sri. “Enggak ada yang perlu dibicarakan. Mending kalian pergidari sini sebelum kami teriak!” usir Bu Sri. “Yakin kalian mau mengusir kami?” tantangku. “Tentu saja! Imi rumah kami, jadi bebas mengusir siapa pundari sini!” tegas Bu Sri.
6.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai ku iri pada kalian
Baca
+Pustaka
Mengapa Harus Ipar

Mengapa Harus Ipar

"Istirahat ya, Sayangku. Mas mau mandi dulu. Nanti malam kita ada makan malam formal bareng Papa, Mama, dan... Mas Ares." Celine memejamkan mata kuat-kuat. "Mas... apa aku harus ikut turun? Kepalaku benar-benar pusing." "Tentu saja harus, Sayang," jawab Eros dengan nada yang tidak menerima penolakan. "Ini kan liburan keluarga. Kamu mau Mas Ares berpikir aku tidak becus mengurus istri sampai kamu sakit di hari pertama? Dandan yang cantik, oke?"
537 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai ku iri pada kalian
Baca
+Pustaka
Aku Tak Sepolos Yang Kalian Kira

Aku Tak Sepolos Yang Kalian Kira

tanyaku. "Kalo belum pulang, berati mereka masih ada urusan. Gitu aja kok dibuat repot!" balas Ibu ketus. Aku menghela napas, pantaskah aku membalas ucapan Ibu ... Sudah di uji dengan Ipar tak tau diri, sekarang ujianku malah bertambah. Mertuaku mulai ikut-ikutan.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai ku iri pada kalian
Baca
+Pustaka
ISTRIKU KUYANG

ISTRIKU KUYANG

Bismillah "CINTA SI GADIS KUYANG" #part_8 #by: R.D. Lestari. "Arini, sini Ibu mau bicara," panggil Ibu sore itu. "Kenapa, Bu?" tanyaku begitu berada di dekat Ibu. "Sudah dapet calon korban nya? wajah Ibu mulai keriput ini," ku tatap wajah Ibu nampak amat cemas.
1036.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 809 kali sebagai ku iri pada kalian
Baca
+Pustaka
ISTRIKU CANTIK, ISTRIKU CERDIK

ISTRIKU CANTIK, ISTRIKU CERDIK

ujar salah satu Ibu itu kembali. "Sudah-sudah, ayo kita lanjutkan lagi memasaknya. Nggak usah ikutan urusan orang lain, biar saja mereka dengan masalahnya sendiri. Yang terpopuler semoga kita semua tidak sampai dan jangan sampai mempunyai saudara seperti Siska. Jangan." Ibu yang menggoreng kerupuk tiba-tiba berujar seperti itu. Semua terdiam dan mengangguk setuju menanggapi ucapan dari temannya yang rewang tersebut. Jika boleh meminta pun, Rini tidak akan mau mempunyai ipar yang bersikap buruk seperti Siska.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai ku iri pada kalian
Baca
+Pustaka
Perempuan Yang Kalian Remehkan

Perempuan Yang Kalian Remehkan

00 tepat, ia menekan tombol “Mulai Siaran Langsung.” Wajahnya muncul di layar ponsel. “Selamat pagi semuanya,” sapanya pelan dengan suara agak gemetar. “Hari ini aku mau nunjukin beberapa koleksi baju baru dari toko kecilku. Semoga kalian suka ya...” Awalnya seperti sebelumnya — hanya belasan penonton, angka naik turun perlahan. Tapi lima menit kemudian, notifikasi mulai berdatangan: “Talita Shop joined”, “Nila joined”, “Dea joined.”
969 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai ku iri pada kalian
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status