Bad Agreement
“Ya udah hati-hati di jalan ya, jangan capek capek, makannya jangan sampai telat, ingat maagnya!”
Dia pergi setelah mengecup keningku lembut, dia melambaikan tangannya dengan senyuman di bibirnya. Tanpa menunggu kedua buah hati kami untuk pamitan, dia memang akhir-akhir sering pergi pagi hari dan pulang larut malam.
Kulambaikan tanganku mengantar kepergiannya, ya begitulah aktivitasku sehari-hari,
“Mom, daddy sudah pergi ya?” tanya Daffa sudah siap dengan seragam sekolahnya, dia memandang bayangan mobil Mas Aby dengan pandangan nanar, kubelai pucuk kepalanya dengan sayang.
Sikat na Kabanata