Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BENALU

BENALU

tanyaku masih dengan rasa penasaran yang semakin memuncak. “Nggak apa-apa, Tante. Takut aja sama Mama,” jawabnya sambil menaruhkan kepalanya di dadaku. Seakan dia sangat nyaman denganku. Ku elus kepalanya dengan tulus. “Takut?” tanyaku mengulang kata itu. “Iya, Tante. Mama itu sering marah-marah.” Jawabnya pelan masih di dadaku.
9.949.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai ku takut mamaku marah
Baca
+Pustaka
DENDAM ANAK LELAKIKU

DENDAM ANAK LELAKIKU

"Ganggu apaan sih? Oh ya, gimana ayah kamu?” Raka langsung mengedikkan bahu. “Aku nggak tau. Tapi mama marah banget gara-gara itu.” “Really? Mama kamu marah?” Ayu berucap penuh sesal. Dia tak menyangka jika ibunya Raka ternyata tak menyukai apa yang terjadi dengan mantan suaminya. “Aku kok heran ya, kok bisa ya mama kamu marah? So, kamu dimarahin dong gara-gara aku?”
1051.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai ku takut mamaku marah
Baca
+Pustaka
MELEPAS BENALU

MELEPAS BENALU

Naura terdiam sesaat, seperti ragu untuk menjawab ucapanku. "Ayah bilang jangan sampai, Mamah tahu ..." ucapnya pelan. "Emang kenapa kalau Mamah tahu?" tanyaku. "Ayah bilang, takut Mamah marah," jawab Naura dengan kepala menunduk. "Tidak kok ... Mamah tidak marah," sahutku cepat. "Mana mungkin Mamah marah, Tante Sekar kan baik." sambungku sambil tersenyum manis. Kepala Naura mendongkak seketika, matanya sangat berbinar mendengar ucapanku.
9.4197.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.9K kali sebagai ku takut mamaku marah
Baca
+Pustaka
IKRAR TALAK UNTUKKU ADALAH MAHAR YANG KAU PINTA DARI SUAMIKU

IKRAR TALAK UNTUKKU ADALAH MAHAR YANG KAU PINTA DARI SUAMIKU

Aku lantas mencengkram bahu Tasya dengan kedua tanganku hingga dia meringis kesakitan, namun aku tidak peduli kepanikan yang aku rasakan sudah benar-benar berada di atas ubun-ubun. "Kenapa kamu nggak bilang dari dulu, Sya?!" tanyaku emosi, sambil menguatkan cengkramanku. "Sakit, Mas!" seru Tasya dengan kuat. "Han! Apa-apaan sih, kamu? Tasya kesakitan itu!" kata Mama sambil melepaskan tanganku dari bahu Tasya. "Jangan karena marah sama orang, kamu lampiaskan ke adikmu! Mama nggak ridho!" seru Mama dengan emosi.
9224.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.3K kali sebagai ku takut mamaku marah
Baca
+Pustaka
Ayah Tiri Anakku (bukan) Tukang Cilok Biasa

Ayah Tiri Anakku (bukan) Tukang Cilok Biasa

"Kenapa nangis?" "Ravendra takut." "Takut? Tante bukan orang jahat.... Jangan takut ya." Kayra menatap wajah itu. "Ravendra bukan takut tante. T-tapi.... Ravendra takut Abang. Ravendra takut Abang marah..." "Kenapa bisa marah?" "Ravendra gak bilang.... K-kalo Ravendra mulung. Abang gak akan ngijinin."
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai ku takut mamaku marah
Baca
+Pustaka
Suami Miskinku Ternyata Tuan Muda

Suami Miskinku Ternyata Tuan Muda

Teriakku kesal. Caca nampak semakin takut kini saat melihatku marah padanya, Aku sudah tak perduli lagi dengan perasaan Caca,, bagiku tetap saja apa yang di katakan nya adalah sebuah kesalaahan besar. "Kamu tau, mama melahirkan kamu dengan pengorbanan besar, mama rela lakukan apapun agar bisa mempertahankan kamu tetap ada di dalam sisiku Ca." Caca masih hanya diam, namun dia pasti masih terebawa amarah dan tak akan mau mendekatiku lagi sekarang.
7.3129.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.4K kali sebagai ku takut mamaku marah
Baca
+Pustaka
Ok, Aku Nyerah Bos!

Ok, Aku Nyerah Bos!

ancamnya sadis. Aku langsung menggigit bibirku. Takut? Tentu saja. Siapa sih yang tidak takut diarak oleh warga, padahal gak salah apa-apa, loh? Eh, tapi sepertinya kesalahanku di mata Mama Anggun begitu besar hingga membuatnya begitu membenciku. Lalu, sekarang aku harus gimana? “Tapi, aku bisa jelasin, Tante!” ujarku sekali lagi.
1031.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai ku takut mamaku marah
Baca
+Pustaka
Kisah Heroik Sang Menantu

Kisah Heroik Sang Menantu

"Anggun! Kenapa kamu menghajar mereka?" Suaranya sangat lantang dan penuh amarah. Aku takut setiap kali ibuku marah. Bukan takut dipukul ibuku, melainkan takut tidak mendapat kasih sayang ibuku lagi. Namun, aku merasa tidak sepantasnya ibu marah padaku kali ini, jadi aku tidak merasa takut lagi.
5.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai ku takut mamaku marah
Baca
+Pustaka
Raina

Raina

Takut jika Tante Marina tidak menerima kabar yang Raka sampaikan. “Kamu tahu aku gak bisa bohong sama Mama.” “Dan respon Mama kamu gimana?” Aku kembali menggigit bibir bawahku sembari menatapnya dengan serius. “Mama kalau marah lebih banyak diam dan nangis. Aku gak bisa berbuat apa-apa. Karena memang itu semua kesalahanku,” balas Raka. Raut Wajahnya tampak kebingungan.
109.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 364 kali sebagai ku takut mamaku marah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status