Gairah Anak Sahabatku
Marven berdiri perlahan dan mendekatiku.
Saat itu, aku baru memperhatikan ada beberapa luka gores di wajahnya, seperti bekas cakaran. Mengingat Tabita bilang sudah memberinya pelajaran, tampaknya tangan sahabatku cukup tajam juga.
Marven menatapku dan berkata, "Sebenarnya ... alasan aku melakukan semua itu ... adalah karena ayahnya Jasper ...."
Mendengar hal itu, mataku membelalak. Aku menatapnya tak percaya. "Apa hubungannya sama ayah Jasper?"