Terjebak Dendam dan Gairah
"Pintu yang dulu kamu dobrak karena aku menjerit. Sekarang, kunci itu, bukan untuk menjebak, tapi untuk mengukuhkan janji."
Abimanyu tersentuh. Ia mengerti maknanya.
Ia berdiri, berjalan ke pintu kamar, dan memutar kunci itu pelan hingga berbunyi klik. Pintu itu terkunci, menyimbolkan bahwa dunia luar, dengan segala ancaman dan masa lalu, tidak bisa lagi menyentuh mereka.
Ia kembali pada Aurelia.
"Pintu sudah terkunci," bisik Abimanyu, mengulang kode yang kini menjadi janji sakral.
Hot Chapters