DIKIRA MISKIN SAAT REUNI
tukas Ibu sambil menoleh dengan penuh keyakinan padaku.
Kok jadi berasa aku yang gak laku, ya? Padahal aku kurang keren apa? Bawa sepeda motor mulai dari yang kopling, gigi, gak ada gigi juga bisa. Walau aku lulusan SMA, tapi kalau cuma bicara bahasa inggris aku paham juga. Khataman qur’an walau cuma juz tiga puluh, aku sudah lancar jaya. Masak, segala jenis masakan selama ada bumbu, ada kompor dan ada youtube buat ngikutin caranya, ya, kadang-kadang berhasil juga. Aku tuh sudah siap jadi makmum, hanya saja … imamnya yang belum ada.
Aku sedang duduk dan mengetuk-ngetukkan jemari pada meja ketika ponselku berdering. Tampak sebuah nomor baru. Siapa yang menelponku jam segini.
Hot Chapters