Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kutukan Sang Putri Pesantren

Kutukan Sang Putri Pesantren

“Gue ada ide!” “Apa?” tanya temannya. Clara menarik napas panjang. “Gue ada saldo sepuluh juta di rekening. Gue transfer semuanya ke rekening lo. Ambil lima juta, atau berapa pun, dan gue mau lo bayar lima preman pasar.” Clara terkekeh, sementara temannya masih terdiam. Ia menunggu Clara melanjutkan ucapannya.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 30 Times as novel payung butut
Read
+Library
Sentuhan Panas Editorku

Sentuhan Panas Editorku

Masalah ini bermula dari novelnya yang berjudul Secangkir Kopi dan Rindu yang Menguap. Ia segera membuka aplikasi PenaKata. Di sana, novel lamanya yang biasanya hanya mendapat ribuan tayangan, kini terpampang mencolok dengan angka 3.4 JUTA TAYANGAN! Namun, judul dan sampulnya telah berubah total. Sampul gelap dengan tulisan tebal: KEHANGATAN RUDAL PAMAN MANTANKU: PENGAKUAN SEKRETARIS NAKAL.
108.7K viewsCompletedAdded to Library 338 Times as novel payung butut
Read
+Library
Ksatria Pengembara Season 2

Ksatria Pengembara Season 2

Jaya Sampoerna memang heran pada besi hitam runcing yang keluar dari ujung payung, karena besi hitam itu seperti bukan besi hitam biasa, baru kali ini Jaya Sampoerna melihat besi hitam seperti itu. “Payung gadis suci menembus badai, Hiaaah!" Wusss! Ayu Qilla melesat dengan payung besi runcing hitamnya kearah Jaya Sampoerna. Hiaaa! Zzgggghhh..! Zzgggghhh..! Debb! Debb! Debb! Debb! Debb! Debb! Debb! Jaya Sampoerna pun tak ingin kalah, maka jurus ‘totokan petir’ pun bergerak kedepan.
9.5243.5K viewsOngoingAdded to Library 7.8K Times as novel payung butut
Show Reviews (65)
Read
+Library
Rmdni
kak izin promosi yah. ayo baca ceritaku kisahnya seru karena menceritakan Fantasi lokal, yang bakal memuat cerita lokal terus dipadukan dengan hal fantasi. judulnya: Legenda: Nusantara jangan lupa voted ya kak ......
KSATRIA PENGEMBARA
Jangan lupa mampir ke cerita baru saya berjudul : SI BUTA DARI SUNGAI ULAR 'Dalam kegelapan, sosok seorang putra. Dendam dan lara menutup kedua matanya. Dia terjerumus sebagai manusia. Dan bangkit menjadi Legenda'
Read All Reviews
Munajat Perawan Tua

Munajat Perawan Tua

tanyaku membongkar ransel menemukan sebuah novel yang kala itu dipinjamkan Dhito. "Heh, katakan saja kamu malu mengakuinya. Aku masih malu jika harus bertemu dengan Dhito. Selain menciumnya, aku seolah gadis kurang belaian malah menggodanya. Memalukan sekali,"ucap Citra mengeluarkan keluh kesahnya. "Bagaimana komentar Nova?"tanyaku penasaran. "Yah, apa yang biasa dilakukan perempuan diluar sana? Dia hanya berani menjambak ku saja. Hei, apa itu Gone with the Wind karya Margaret Mitchell?"tanya Citra menunjuk novel yang sedang ku pegang.
107.8K viewsCompletedAdded to Library 209 Times as novel payung butut
Read
+Library
PENDEKAR BUTA DARI LEMBAH HANTU

PENDEKAR BUTA DARI LEMBAH HANTU

dia berkata, terpesona. “Sri Langit, hati-hati,” Pendekar Buta memperingatkan saat mereka melangkah lebih dalam. “Kita tidak tahu apa yang ada di dalam.” Saat mereka melanjutkan, mereka tiba di sebuah ruangan besar di dalam gua. Di tengah ruangan, terdapat altar besar yang dikelilingi oleh lilin-lilin yang menyala. Di atas altar, sebuah buku besar terbuka, halaman-halamannya bergetar seolah hidup. “Ini adalah kitab kuno yang mungkin menjelaskan semuanya,” Sri Langit berbisik, matanya bersinar dengan semangat.
2.2K viewsCompletedAdded to Library 55 Times as novel payung butut
Read
+Library
Sebatas Istri Yang Dibeli

Sebatas Istri Yang Dibeli

tanya Roy, pura-pura terkejut. “Malam pesta tahunan perusahaan,” jawab Alex sambil mengepalkan tangan di meja. “Setelah minum-minum, aku merasakan panas luar biasa di tubuhku. Aku melakukan hal bodoh. Aku terpaksa menyewa seorang wanita malam untuk memuaskan hasratku.”
746 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as novel payung butut
Read
+Library
Pelayan Baru Sang Tuan

Pelayan Baru Sang Tuan

Gisela menghindari pandangan Mbok Minah lalu melepas menarik kalung dengan bandul cincin kuno miliknya ke lantai. “Ini, Mbok. Sudah ketemu.” Gisela menggenggamnya antusias. Ia mengaduh saat hendak berdiri, kepalanya justru terbentur meja. “Hati-hatilah. Syukurlah kalau ketemu,” ujar Mbok Minah. “Bagaimana tadi? Tuan Danu mau makan buburnya?” Gisela menggeleng lemah. Ia pun menceritakan kejadian tadi di kantor. Mengatakan bahwa dirinya hanyalah korban dari ketidakadilan. Hanya orang miskin yang selalu dipandang rendah.
1.1K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as novel payung butut
Read
+Library
7 HARI SEBELUM REUNI: Misi Mantan Terindah

7 HARI SEBELUM REUNI: Misi Mantan Terindah

Dia menunjukkan map berisi naskah dengan judul "7 Hari Sebelum Reuni: Misi Mantan Terindah" "Ini adalah novel terbaruku. Berdasarkan kisah nyata kita semua, dengan sedikit bumbu fiksi tentu saja. Dan sebagai permintaan maaf karena telah memanipulasi kalian, setiap orang di ruangan ini akan mendapatkan satu salinan gratis saat novel ini terbit bulan depan." Tepuk tangan dan sorakan memenuhi ruangan. Maya tersenyum lega. Dia takut akan mendapat reaksi negatif, tapi ternyata semua orang tampak antusias.
101.4K viewsCompletedAdded to Library 54 Times as novel payung butut
Read
+Library
Menanti Kabut dan Awan Berpaling

Menanti Kabut dan Awan Berpaling

Dia tiba-tiba berjongkok di atas lantai, memungut roti yang kotor itu, lalu langsung menjejalkannya ke dalam mulut. Mulutnya penuh sesak hingga menggembung. Pipinya tampak menonjol, dan dia terlihat sangat kesulitan untuk menelan. Tenggorokannya bergerak naik turun beberapa kali, sebelum akhirnya berhasil menelan setengahnya dengan susah payah. Sambil bersusah payah mengunyah, satu tangannya masih tetap menarik ujung bajuku dengan sangat hati-hati, karena sangat takut aku akan pergi meninggalkannya.
7.3K viewsCompletedAdded to Library 232 Times as novel payung butut
Read
+Library
Saat Aku Pendarahan, Suamiku Menemani Simpanannya

Saat Aku Pendarahan, Suamiku Menemani Simpanannya

"Tunggu di sini sebentar, jangan sampai kehujanan. Aku akan pergi beli payung." Seusai berbicara, Darren langsung berjalan cepat ke arah seorang nenek yang menjual payung di dekat sana. Shanaya memperhatikan sosoknya yang tegap menghilang di tengah hujan. Tidak lama kemudian, Darren kembali. Dia membawa payung kecil berwarna hitam untuk satu orang. Sedikit rasa bersalah muncul di wajahnya. "Ini satu-satunya payung yang tersisa di kios. Hujannya nggak akan berhenti dalam waktu dekat .... Kamu keberatan untuk sepayung?"
9.360.0K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as novel payung butut
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status