Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kutunggu Jandamu

Kutunggu Jandamu

Dasar payah! Mataku membola melihat satu gambar paling cantik. Kalung dari bahan berkilau dengan liontin seperti biji mutiara. Indah sekali. Apalagi jika yang memakai Berlian. Duh. Otakku ini. Aku tandai alamat tokonya dan segera memacu kendaraan ke sana. "Mbak, bisa liat yang seperti ini?" Aku menunjukkan gambar di ponsel pada pelayan toko.
1010.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 317 kali sebagai kunti lanak
Baca
+Pustaka
Janda Muda

Janda Muda

Tanya Lulu Arinda diam, menunduk dan kembali menutupi leher dan mukanya dengan rambut. "Jawab, Nak?!" Desak Lulu Arinda mengangguk dan menangis dalam diam, air matanya kembali mengalir begitu deras. "Yha Allah, Neng...." Lirih Lulu, lalu merengkuh tubuh mungil Arinda. Tangis Arinda semakin pecah dalam pelukan itu. Tangis pilu, yang begitu menyayat hati orang yang mendengarnya.
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai kunti lanak
Baca
+Pustaka
Premanku Canduku

Premanku Canduku

tanya Ipang seraya menatap wajah Bunda Eni yang tampak sedikit tegang. “W*… w*..ktu masih hidup sih ya kenal lah, cu..cuma…” “Bunda bisa menyebutkan ciri-ciri fisiknya?” Ipang langsung memotong ucapan Bunda Eni yang sedikit gelagapan. “Hitam, kurus, pendek dan gak ja..jauh be..deda dengan anak-anak kampung lainnya. Ha…ha…hanya itu yang aku tahu, selebihnya aku ti..”
1011.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 404 kali sebagai kunti lanak
Tampilkan Ulasan (24)
Baca
+Pustaka
athena_vivian
Yudis, secara psikologis udah berumur, pastinya emosinya kaya naik-turun gunung, ga terkendali, maunya diperhatiin dan di emong. sikapnya yang demikian bisa terjadi lantaran ada 'sesuatu' yang mengganjal di benaknya. Dikit2 ngambek, marah, apalagi pas tau kalo istri pertamanya kaya Madame Antoinette
Diajheng WD
yudiss udah tua.. miskin pula.. ga bersyukur dapet daun muda masih kinyis2.. masih juga si firda mau bertahan walo kekurangan.. mana kurang belaian jugaa... mudah2an aja si firda puber ke dua gituhhh.. biar ditinggalin tuh si yudisss........... daoet berondong yang gagah perkasaa..eaa...eaaaa.........
Baca Semua Ulasan
Kampung Lamuna

Kampung Lamuna

kata Yani sambil terlihat kesal. "Kampung ini adalah kampung Lamuna. Ini kampung yang berbeda dari kampung Pokuta. Kampung dikuasai oleh kakak. Semua warga di sini takut terhadap kakak. Jadi, kamu tidak perlu merasa takut atau menderita. Sebab semua yang ada di sini adalah milik kamu." Kata Nyai Sri. "Apa? Kampung Lamuna?" tanya Yanti sambil terkejut.
611.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 428 kali sebagai kunti lanak
Baca
+Pustaka
Selìni

Selìni

Ia masih ingat saat di rumahnya dulu, seringkali protes dengan orang tuanya mengapa cepat sekali hari berakhir. "Sebentar, jika tadi tak jauh dari Goa ada yg bisa menemukan kelinci. Ada kemungkinan masih ada kelompoknya yg lain meski terpisah," Menyadari hal tersebut, gadis berambut ikal hazel itu segera kembali dengan keranjang kentang di dekapan. Bersiap lanjutkan perburuannya lagi. "Nenek, ini kentangnya. Aku mau pergi dulu!"
902 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai kunti lanak
Baca
+Pustaka
Janda Kembang

Janda Kembang

~Bundaku Kamu marah, ya, sama Bunda? ~Bundaku Maafin Bunda, ya, Nak. Semoga kamu mau maafin Bunda dan makan malam bersama dengan Bunda dan juga Meta, ya. ~Bundaku Ya, Meta adalah nama lengkap dari Shofia. Shofia Abdul Meta. Jelas saja selama ini Thalisa tidak menyadari bahwa Bunda Ara adalah ibu dari Shofia, karena sang ibu memanggilnya dengan sebutan Meta bukan Shofia.
9.88.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai kunti lanak
Baca
+Pustaka
IPRIT

IPRIT

Seseorang menangkapnya sambil tertawa. "Hahaha ... hahaha, cuma segitu kemampuanmu Upik Nan Rancak," kata lelaki itu sambil bersedekap. "Namaku Untari, Pedang Setan, aku benci bila kau selalu menyebutku begitu," jawab wanita itu keras. Wanita itu ternyata Untari. "Hahaha ... hahaha, ayo kita pulang ke tanah Minang, untuk apa berkelana di tanah Jawa ini?" ajaknya sekaligus bertanya.
1052.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai kunti lanak
Baca
+Pustaka
Shanum(Aku Yang Kalian Sebut Menantu Tak Berguna)

Shanum(Aku Yang Kalian Sebut Menantu Tak Berguna)

Di Balkon Arjuna dan Karina mengamati dari kejauhan. "Lihat itu, Jun. Mereka seperti keluarga kecil yang sempurna," bisik Karina. Arjuna memeluk istrinya. "Beri mereka waktu, Sayang. Lihatlah—Shanum mulai mencair juga, kan?"
1048.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai kunti lanak
Baca
+Pustaka
Sang Penakluk Dewa

Sang Penakluk Dewa

Membuat Cantika memiliki sikap dingin dan tidak mempercayai orang lain. “Cih! Aku tidak suka kepada mereka, Kek. Terlebih kepada anak biru itu, dia sangat menyebalkan,” ketus Cantika Ayu membuat Lintang langsung terbatuk tersendak napasnya sendiri. “Sial! Sepertinya dia masih dendam kepadaku,”umpat Lintang di dalam hati. “Hey, kau gadis aneh! Jangan pernah merendahkan kak Kusha seperti itu, atau kau akan berurusan denganku,” teriak Yunla tidak terima, membuat Lintang lagi-lagi harus terbatuk mendengarnya.
9.367.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai kunti lanak
Baca
+Pustaka
Mantanku, Iparku

Mantanku, Iparku

kata Nurmala. Nurmala lalu menceritakan soal anak tirinya, dia sudah beberapa tahun tidak berkunjung. Bahkan dia tidak tahu di mana sekarang dia berada. "Kakaknya Miko namanya Ronal, meskipun mereka lahir dari ibu yang berbeda aku harap mereka akur," kata Nurmala. "Tapi nyatanya, Ronal hanya menerima Miko dan tak pernah menerima Mama," sambung Nurmala.
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai kunti lanak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status