Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

Lalu, dia teringat akan sesuatu. ‘Tadi Uni bilang siapa nama Uni?’ “Ra-Ratna,” jawab wanita tersebut. Si Kumbang Janti mengernyit. Wanita lusuh yang sepertinya adalah budak si Gagak Api itu ternyata bisa memahami bahasa isyarat Bungo, pikirnya. Si gadis bisu tiba-tiba membelalak. Ra-Ratna, katanya? Tunggu dulu … jangan-jangan dialah ibu kandung si Kapuyuak dan Ima!
1074.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai kunti lanak
Baca
+Pustaka
Simpanan Mafia Kejam

Simpanan Mafia Kejam

seorang wanita yang berusia dua belas tahun berlari ke pelukan Brian, wanita cantik itu tanpa malu mencium dan memeluk Brian. “Aku sangat rindu padamu, Kak.” “Hmmmm, kakak juga. Perkenalkan, ini Kinanti. Istrinya kakak,” sahut Brian. “Hai, aku Kinanti,” Kinanti langsung mengulurkan tangannya menyalam wanita cantik itu. “Sangat cantik, dia pantas untuk kakakku. Aku Cantika kamu bisa memanggilku dengan Cantika.” “Hai Cantika, kamu juga cantik.”
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai kunti lanak
Baca
+Pustaka
DARAH SEPASANG

DARAH SEPASANG

Tapi dia ditemani oleh 2 orang lagi, Ega dan Ratna. Yang merasuki tubuh Ega ialah Mbak Kunti. Tapi dia Kunti yang suka menari. Sementara Ratna, dia diperebutkan oleh 2 sosok dalam tubuhnya. Sosok nenek berbaju compang-camping yang suka tertawa dan sosok astral wanita muda. Mungkin wanita tersebut adalah pendaki, karna dari pakaian dan penutup kepala yang ia kenakan.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai kunti lanak
Baca
+Pustaka
Penguasa Dewa Naga

Penguasa Dewa Naga

Rumah lelang keluarga Meranti di tengah kota Rumah lelang yang sangat besar dengan beberapa lantai, di jendela lantai dua, ada seorang gadis cantik dengan rambut pendek seleher. Gadis kecil itu bernama Kana, anak dengan bakat yang buruk seperti Akara dan dulu menolongnya saat masih di keluarga Beton.
1052.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai kunti lanak
Baca
+Pustaka
Mempelai yang Tak Diharapkan

Mempelai yang Tak Diharapkan

"Kak Guntur...." **Tamat**
9.6901.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23.4K kali sebagai kunti lanak
Tampilkan Ulasan (84)
Baca
+Pustaka
iva dinata
Assalamu'alaikum... Untuk semua pembaca, mohon maaf untuk beberapa hari ini saya tidak sempat membaca komentar karena suatu hal. Lewat ini saya meminta maaf untuk banyak keluhan karena typo dan salah sebut nama. Saya mohon bila ada typo tolong sebutkan judul babnya, biar saya perbaiki.
Joanne Irene
ceritanya bagus dan cukup menarik. cuma terkadang banyak typo, dan situasi yg terkadang suka gamasuk di akal jadi agak susah untuk dibayangkan diceritanya. dan juga karena hubungan persepupuan, jadi seolah-olah membuat lingkungan keluarga ini sempit. hanya berjodoh dengan saudara sendiri.
Baca Semua Ulasan
SANG PENDEKAR LEMBAH NAGA

SANG PENDEKAR LEMBAH NAGA

Kemudian, mereka tersenyum lebar. "Siapa pendekar itu, Ki Sanak?" tanya Bisama penasaran. Sejatinya, ia dan Sena sudah menduga, bahwa pendekar yang dimaksud oleh Kuntala adalah Ramandika. Karena tak ada pendekar lain selain Ramandika yang berasal dari Lembah Naga. "Sebaiknya kalian ikut saja denganku! Di sana kalian akan bertemu langsung dengan orangnya."
1032.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai kunti lanak
Baca
+Pustaka
Legenda Dewa Cahaya

Legenda Dewa Cahaya

Seorang wanita cantik dengan pakaian serba kuning dan selendang warna hijau bangkit berdiri dari duduknya lalu berkata "Sepertinya latihan hari ini sudah cukup. Segara, Brama, kalian beristirahatlah. Ibu sepertinya kedatangan seorang tamu," kata wanita yang tak lain adalah Ratu Lanjar. Dua pemuda yang sebenarnya memiliki nama Segara Geni dan Brama Geni pun memberi hormat kepada ibu mereka, Ratu Laut Utara, Nyai Lanjar. "Baik bu," ucap mereka secara bersama-sama lalu kemudian mereka pergi meninggalkan arena kecil tersebut.
1075.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai kunti lanak
Baca
+Pustaka
Terjebak di Dunia Lain

Terjebak di Dunia Lain

Nela memaklumi kenapa dayang bicara begitu pelannya, namun setidaknya dia harus berterima kasih pada dayang ini, karena melalui tubuhnya Nathan bisa berkomunikasi dengannya. Nenek Colona sedang mengamati mereka, terlihat Nela yang menarik tangan dayang ke belakang. "Siapa namamu ?" Dayang Kunti terkejut sekaligus senang. Ternyata Nela mempercayainya. "Nama hamba Kunti." Batista dan nenek Colona saling memandang dan tersenyum. Namun nenek Colona ingin memeriksa dayang istana itu.
9.541.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 949 kali sebagai kunti lanak
Baca
+Pustaka
Kinan

Kinan

Kinan terpaku menatap dirinya di depan cermin, di tubuhnya sudah melekat sempurna gaun pengantin brokat bewarna putih dengan model sabrina berlengan panjang. Lekuk tubuhnya sangat sempurna, dengan gaun tersebut. Rambutnya yang ditata sedemikian rupa dengan sebuah mahkota di atasnya menjadikan Kinan tidak mengenali dirinya sendiri.
108.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 286 kali sebagai kunti lanak
Baca
+Pustaka
Istri Cantikku Ternyata Kuntilanak

Istri Cantikku Ternyata Kuntilanak

ucap si hantu kuntilanak itu. "Aku hantu?" Laila menunjuk dirinya sendiri. "Tepatnya kamu itu hantu kuntilanak seperti aku. Ya, cuma gaun kita aja sih tampak beda, hihihihihi … tapi cantiknya sama, kok,” kata si Kunti dengan tawa cekikikannya yang khas. "Tapi, Say… cantik dia lah ke mana-mana," sahut si pocong menunjuk ke arah Laila.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai kunti lanak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status