Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Benang Merah

Benang Merah

tanya Malvim cemas. "Hm, masih sakit sih Kak, tapi ayo kita pulang saja" jawab Aileen lemas. Ketika Aileen berdiri dari bangku halte itu, betapa terkejutnya Malvin melihat bagian belakang celana Aileen. Celana ia dipenuhi noda darah, sialnya kala itu Aileen memakai celana jeans pendek berwarna putih gading, sehingga terpampang nyata darah merah itu tembus mengenai celananya.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as kuntilanak merah
Read
+Library
SILARIANG

SILARIANG

Tangis ibu Hasnah pecah di pekarangan rumah, sementara beberapa tetangga yang turut menghadiri pernikahan itu hanya sanggup menyaksikan adegan itu. Tenri masih tergugu dalam tangisnya menyaksikan perempuan yang paling disayanginya telah pergi sembari menangis karenanya. Tyo meraih bahu Tenri dan membantunya berdiri dan membimbingnya masuk ke kamarnya. Sementara pak Andi Baso mempersilahkan para undangan menikmati sajian coto Makassar dengan ketupat yang dimasak sendiri oleh ibu Kirana, sang nyonya rumah.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as kuntilanak merah
Read
+Library
RANJANG BERDARAH

RANJANG BERDARAH

Kilas kejadian pengkhiatan istrinya kembali terbayang dalam benak, terus berputar-putar hingga nyaris membuatnya gila. "Lakukan, Ki! Bangkitkan Mangkujiwo," tegas Ridwan tak lagi gentar. Seringai Ki Geni semakin lebar. Dia bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan menuju sangkar kawat yang berjejer di atas meja berbentuk persegi panjang. Mengeluarkan seekor ular jenis King Kobra sebesar lengan dengan panjang dua setengah meter yang diketahui albino. Salah satu ular dengan bisa paling mematikan itu dia sembelih di hadapan Ridwan dan Sandi, lalu meneteskan darah dan bisanya bersama arang dan kemenyan yang dibakar dalam gerabah tanah liat.
3.8K viewsOngoingAdded to Library 114 Times as kuntilanak merah
Read
+Library
MASTER ALKEMIS

MASTER ALKEMIS

Tampak luar biasa dan sangat mengesankan. Sedangkan Macan Tutul Petir Pola Merah tingginya hampir sama. Matanya merah darah. Bulunya ungu dan putih bercampur, seperti diselimuti petir. Hanya berdiri saja sudah memancarkan aura ganas. Dulu, bahkan dengan bantuan boneka setengah dewa, Qin Fan hanya bisa melarikan diri saat bertemu mereka. Tetapi sekarang dia sama sekali tidak takut.
9.962.3K viewsOn holdAdded to Library 1.6K Times as kuntilanak merah
Read
+Library
KINASIH

KINASIH

"Ini ... kok mirip punya Papa?" Mariana mengamati sebuah kunci dengan gantungan yang tak asing baginya. Sebuah benda yang terbuat dari besi berwarna perak, dengan ukiran kanguru dan nama negara di bawahnya. Sedangkan saat dia melihat bagian belakang benda itu, Mariana cepat melepaskan dan membungkam mulutnya sendiri dengan telapak tangan. Dia menggeleng kuat, tak kuasa membayangkan lebih jauh tentang suaminya.
1.5K viewsCompletedAdded to Library 60 Times as kuntilanak merah
Read
+Library
Pesugihan Kandang Bubrah

Pesugihan Kandang Bubrah

Di tengah gelapnya malam, berdiri sesosok kuntilanak merah. Tidak seperti kuntilanak biasa yang berambut hitam panjang dan mengenakan kain putih, makhluk ini memiliki rambut panjang yang seperti terbakar, dengan mata yang bersinar merah menyala. Pakaian lusuhnya berwarna merah darah, dan wajahnya penuh dengan luka menganga yang mengeluarkan cairan hitam pekat. “Hihihihihi…” Kuntilanak merah itu tertawa lagi, suaranya menggema di udara. Pocong-pocong di sekelilingnya tiba-tiba bergerak lebih cepat, merayap ke arah rumah mereka dengan gerakan yang tidak wajar.
103.3K viewsCompletedAdded to Library 78 Times as kuntilanak merah
Read
+Library
Kultivator Tanpa Tanding

Kultivator Tanpa Tanding

Pil Guntur Biasa berwarna perak atau kuning, tetapi kelas delapan berwarna ungu, yang kesembilan hitam, dan itu sepersepuluh spektrum warna! Ungu tua ini, mendekati hitam, menandakan Pil Kesempurnaan Hebat Tingkat Delapan, hampir setengah langkah menuju kelas sembilan. Pill Guntur seperti itu dapat melenyapkan Gunung Bangau dan meresahkan alam yang tidak disebutkan namanya ini! Mata Sushang membelalak karena terkejut, telinga harimaunya di atas kepalanya berdiri tegak. Alisnya berkerut, dia mencengkeram kailnya, siap bertarung.
4.5K viewsCompletedAdded to Library 156 Times as kuntilanak merah
Read
+Library
Kuntilanak dan Bunga Kematian

Kuntilanak dan Bunga Kematian

"Tuh. Lihat saja sendiri." Jaka berbalik untuk melihat apa yang membuat temannya menghentikan pekerjaannya menggali tanah. "Waduuh. Lekas tutup lagi, Dar. Ngundang bolo koen!" Jaka menepuk keras pundak temannya. Rupanya pacul Darno mengenai kain kafan dari makam yang ada di sebelah lubang yang kini mereka gali. Kafan itu sudah rapuh dan warnanya nyaris hitam, dan dari robekan kain kafan itu jelas terlihat tulang dari tengkorak bagian kepala yang retak akibat terkena pacul.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as kuntilanak merah
Read
+Library
Kelana Nirbatas

Kelana Nirbatas

tanya Niskala. “Kedai Kasih, aku haus,” jawab Arsha. “Oh, yaudah.” Tidak butuh waktu lama untuk sampai ke kedai yang selalu dijaga sendirian oleh seseorang, topi khas yang selalu melengkapi kepalanya, membuatnya mudah untuk ditemukan. Koh Banar sudah terlihat dari kejauhan, pria paruh baya itu sedang sibuk memotong kelapa dengan sebilah golok. Golok sebenarnya umum digunakan oleh masyarakat Indonesia, namun dalam budaya sunda, golok adalah senjata yang digunakan oleh para raja. Seperti yang terpatri dalam isi sebuah naskah kuno berjudul “Sanghyang Siksa Kandang Karesian” yang memiliki arti “Buku yang berisi aturan untuk menjadi orang bijak dan suci.”
9.93.5K viewsOngoingAdded to Library 110 Times as kuntilanak merah
Read
+Library
Istri Nakal Mas Petani

Istri Nakal Mas Petani

Semerah cabai keriting yang mahal di pasaran. “Benar-benar merah,” gumam Wira saat membuka pintu kamar. Menatap jendela, ranjang dan bantal hati kecil di tengah ranjang. Bantal yang baru dibeli Sully, tapi baru ia sadari keberadaannya. “Kamu jangan pakai baju tidur warna merah,” ujar Wira saat Sully masuk kamar. “Rencananya mau pakai warna merah. Memangnya kenapa?”
10821.5K viewsCompletedAdded to Library 26.3K Times as kuntilanak merah
Show Reviews (334)
Read
+Library
evvimn
entah berapa ratus ribu rupiah yang saya habiskan untuk membeli koin untuk membaca buku ini... Tapi semua itu worthed, bukunya bagus banget... saya bisa nangis, tertawa, senyum senyum sendiri ketika membaca buku ini....
Maxime & Reina 🩵
Aku baca bulan september 2024. Gak sengaja baca ternyata se keren itu, semenyentuh itu, sosok wira dan sulis bner bner luar biasa. Makasih kak atas karya nya.. Semoga ngga hilang kalo mau baca lagi.. 🩵🩵............
Read All Reviews
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status