Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KUNTILANAK MERAH

KUNTILANAK MERAH

Tapi kursi pojok selalu terisi—walau tetap tampak kosong. Bu Rumi akhirnya buat aturan tetap: Kursi pojok dibiarkan kosong. Satu piring kue dan segelas sirup diletakkan di sana. Jika nama tak dikenal muncul, biarkan saja. Jangan protes.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai kursi bos
Baca
+Pustaka
Terjerat Obsesi Mantan Suami

Terjerat Obsesi Mantan Suami

Jangankan duduk bersama, bertemu seperti sekarang ini saja Kikan sudah merasa jengkel setengah mati. “Aku berasumsi kalian datang ke sini untuk sarapan. Dan aku menawarkan tempat duduk karena memang hanya di meja ini yang terdapat kursi kosong. Lihat saja di dalam, semua meja sudah penuh. Tidak ada kursi kosong yang tersisa untuk kalian. Tapi kalau kamu keberatan, aku tidak akan memaksa.” Kikan langsung mengedarkan pandangan ke dalam untuk memastikan kebenaran dari ucapan Dewandra padanya barusan. Dan benar saja apa yang pria itu katakan. Tidak ada kursi kosong untuk dirinya dan Manda. Fyuh.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai kursi bos
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Mantan Istri

Jerat Cinta Mantan Istri

“Boleh aku ikut duduk di sini?” Hasna memutar bola matanya jengah. “Tidak. Kamu sedang olahraga.” Ucap Hasna cuek. “Kamu tak lihat kursinya hanya ada dua? Silakan kalau mau duduk dilantai.” Arunika hanya melirik ke Hasna yang berbicara ketus pada Mahesa. Tanpa izin keduanya Mahesa mengambil kursi kosong yang ada di meja sebelah, lalu menaruhnya diantara Hasna dan Arunika.
1018.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 540 kali sebagai kursi bos
Baca
+Pustaka
RAHASIA SUAMIKU

RAHASIA SUAMIKU

Satu set kursi dan meja hanya tersedia di ruang tamu saja. "Tak usahlah, Bu! Merepotkan Ibu saja nantinya! Lagi pula jika ada orang lain, tak puas kita bercerita. Ngomong-ngomong, persiapan untuk acara Sekar dua minggu lagi bagaimana? Maaf, Kinan tak bisa membantu Ibu menyiapkan acaranya!" ucap Kinan dengan nada bersalah. Sejak menikmati air putih tadi, wanita itu telah duduk di karpet merah yang tergelar di sana.
1021.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 529 kali sebagai kursi bos
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Elbarra

Jerat Cinta Elbarra

Rasanya ingin cepat-cepat sampai rumah. Di dalam bis tidak terlalu banyak penumpang. Hanya saja, setiap kursi sudah diisi masing-masing satu orang. Ada yang mainan ponsel, ada yang tiduran. Sepertinya mereka juga malas berinteraksi dengan orang asing. Kalea mengedarkan pandangan. Untung ada satu kursi yang kosong. Lebih baik dia duduk disana. Sama seperti orang-orang, yang memilih cari aman dengan duduk sendirian, daripada duduk dengan orang asing.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai kursi bos
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Musuh Bebuyutanku

Menjadi Istri Musuh Bebuyutanku

Di sana, terdapat satu kursi kosong di sisinya yang telah disiapkan khusus untuk Jarren. Namun hingga pembawa acara berdiri di atas panggung dan memegang mikrofon untuk membuka acara, kursi itu masih kosong. Entah dorongan dari mana, perasaan cemas mendadak menyusup ke dada Puspa. Matanya secara refleks menyapu pandangan ke sekeliling ruangan, mengarah pada meja jajaran alumni kelas sebelah, tempat yang seharusnya diduduki oleh Maudy. Kursi milik wanita itu ternyata juga kosong.
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai kursi bos
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
prasidafai
Halo, mantemans ꒰⁠⑅⁠ᵕ⁠༚⁠ᵕ⁠꒱⁠˖⁠♡ Jumpa lagi dengan ceritaku. Kali ini aku bawain yang manis-manis tapi nggakn bikin diabetes hihi. Semoga suka dan terhibur yaaa. Jangan lupa beri ulasan positif dan bintang lima untuk cerita Puspa dan Jarren. Terima kasih banyak, selamat membaca (⁠≧⁠▽⁠≦⁠)
wh1teF1sh
aku suka banget cerita ini. seru. 2 tokoh utamanya kadang bikin heart melting, kadang nyebelin, kadang kotjak. warna baru dari kisah2 dan karakter² yang pernah penulis ciptakan. dan selalu dibikin penasaran dan emosi kaya rollercoaster..
Baca Semua Ulasan
Cinta Pengganti

Cinta Pengganti

“Iya, main.” “Tapi di sini sepi, nggak ada mainan, nggak ada Kasih juga.” Ketika langkah Duta berhenti di samping meja, tangannya spontan terjulur memegang punggung kursi yang ada di sampingnya. Duta tidak mengerti dengan bahan kain yang digunakan untuk melapisi kursi tersebut, tetapi ia paham harganya pastilah sangat mahal.
1071.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai kursi bos
Baca
+Pustaka
Dominasi sang Pewaris

Dominasi sang Pewaris

"Aku minta maaf untuk hal-hal yang sangat payah ini. Tapi semoga kamu masih bisa menikmati acaranya." Di tengah-tengah pembicaraan berbisik itu, pembawa acara memberikan pujian untuk Jack. "Para hadirin, kalian melihat kursi istimewa ini masih kosong." Lampu sorot mengarah ke kursi yang paling dekat dengan panggung. Ada tiga kursi dengan desain spesial di sana. Salah satu kursi diisi oleh Matthew Devall, sedangkan dua kursi lainnya kosong tak berpenghuni.
9.260.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai kursi bos
Baca
+Pustaka
Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Kursi kelas bisnis premium dibalut kulit asli berwarna krem dengan space yang sangat luas, dilengkapi monitor LED pribadi dan sistem pijat otomatis yang bisa dikontrol sesuai keinginan penumpang. Peter mengambil tempat duduk di deretan ketiga, nomor kursi 3A yang berada di sisi jendela. Tas kulit cokelatnya diletakkan dengan rapi di compartment bagasi atas, sementara koper kecil ditempatkan di bawah kursi depannya dengan posisi yang tidak menganggu kenyamanan. Bobby Surjadi yang mendapat kursi 2C terus melirik ke belakang dengan tatapan yang masih dipenuhi ketidakpercayaan dan sedikit dendam karena kejadian tadi di terminal.
1046.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai kursi bos
Baca
+Pustaka
Dosen Kampret itu, Suamiku!!

Dosen Kampret itu, Suamiku!!

Setiap kali war untuk mendapatkan kelas, mengapa hanya kelas Kamarudin Hasan yang tersisa? Ada dua dosen lain, yang pastinya selalu dihindari karena usianya, yang tak semuda Kamarudin. Namun satu kursi yang kosong selalu berada pada kelas pria menyebalkan itu. Jika dipikirkan kembali, keadaan ini seperti memang direncanakan. “Kamu bisa membolos, kenapa memaksakan diri untuk masuk, Anya? ini baru kelas pertama.”
1097.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai kursi bos
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status