Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Giok Langit

Giok Langit

Kursi-kursi tertata rapi di ruang tamu dengan hiasan dinding dan meja yang sekilas pandang seperti buatan tangan sendiri. “Ini aku yang membuatnya.” Seolah bisa membaca pikiran Long Wei, Cang Er menunjuk teko kecil dari tanah liat di atas meja. “Sayang hasilnya seburuk itu.” Di mata Long Wei, itu terlalu bagus untuk buatan sendiri karena terdapat ukiran ikan mas sedang saling berkejaran.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai kursi buat bab
Baca
+Pustaka
Hantaran Lebaran

Hantaran Lebaran

"Pasti capek, sini istirahat dulu." Budhe Salimah mempersilakan kami masuk ke rumahnya. Dengan sedikit ragu aku dan Mas Bima berjalan mengikutinya. "Duduk dulu, Budhe buatin minum." Aku dan Mas Bima duduk di kursi yang terbuat dari kayu jati. Ukiran yang ada di kursi terlihat begitu indah. Ini kursi yang terbuat asli dari kota Jepara.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai kursi buat bab
Baca
+Pustaka
Merayu Kaisar Tua

Merayu Kaisar Tua

Ada enam kursi, perangkat membuat teh di atas meja, dan satu set permainan Go. Xiao Zhi mempersilahkan Zhao Tian dan Kasim Cao untuk duduk. Sementara ia duduk di kursi yang ada di sisi sudut dinding. Kursi ini dipersiapkan secara khusus untuk para wanita penghibur. Ada tirai transparan yang menutupinya, namun Xiao Zhi mengikat tirai itu dan memperlihatkan bagian dalam secara terbuka.
9.613.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 471 kali sebagai kursi buat bab
Baca
+Pustaka
Madu Kujadikan Babu

Madu Kujadikan Babu

MADU KUJADIKAN BABU Part 10 "Awwwsh. Mbak Intan, apaan sih! Ngotak dikit dong kalau bangunin orang, jangan langsung tarik aja, kalau aku celaka gimana?" protesnya kesal. "Salah sendiri dibangunin susah, ayo buru mandi terus beresin tuh gelas bekas tamu, males banget sih kamu."
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai kursi buat bab
Baca
+Pustaka
Mas Duda Yang Dihina

Mas Duda Yang Dihina

Saat masuk di dalam, dibuatnya terkejut. "Bay, ini kursimu sepertinya mahal. Aku kok baruihat!" Suherman meraba raba kursi antik tersebut. Ia menduga-duga bahwa kursi tersebut mahal. Bayu terlihat sedang memberikan kopi untuk Suherman. "Ini kopinya. Silakan diminum," ujar Bayu yang terus sopan meski selalu dihina. "Jawab Bay. Kamu itu kok bisa beli barang ini. Aku semakin curiga kalau kamu itu punya pesugihan!"
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai kursi buat bab
Baca
+Pustaka
Ratu Tak Akan Jadi Babu

Ratu Tak Akan Jadi Babu

ucap Ayra setengah hati. “Demi Allah Mi, Abi benar-benar nggak tahu apa pun,” ucap Azka, bahkan ia sudah mulai menjatuhkan air matanya. “Itu lah sebabnya Allah melarang hambaNya untuk menyentuh minuman keras Bi, apa yang membuat Abi mabuk itu lebih berbahaya dari Abi melakukan kejahatan lainnya,” ucap Ayra mengingatkan.
1015.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 590 kali sebagai kursi buat bab
Baca
+Pustaka
Story Adik Iparku di Akad Nikah Suamiku

Story Adik Iparku di Akad Nikah Suamiku

Tabitha sudah aku letakkan pada baby seat care di samping kursi kemudi yang kubeli kemarin secara online. Benda itu sangat berguna untukku setiap kali ingin membawa Tabitha bepergian naik mobil. Bayi akan tetap merasa nyaman dan aman selama di perjalanan. “Mama ikut!” Astaga, kenapa wanita ini jadi ingin ikut. Sepertinya aku telah salah mencari alasan. “Aku pesan saja, ya, makanan untuk mama. Biar nanti kurir yang antar. Mama mau makan apa?” Aku terpaksa membujuknya.
1028.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai kursi buat bab
Baca
+Pustaka
Terjebak di Tubuh Bocah SMA

Terjebak di Tubuh Bocah SMA

"Ini sudah dua kali dalam tiga hari kalian masuk ruang BK, berurusan dengan orang yang sama, yaitu Galaksi. Setelah menerima hukuman karena memperlakukan Galaksi layaknya babu rendahan ternyata kalian tidak kapok juga ya. Sekarang Ibu tidak mau tahu. Galaksi dan Ezar, berdiri kalian semua di atas dua kursi itu." Empat bocah itu bisa melihat adanya dua kursi sempit di ruang BK yang sepertinya baru pagi ini ada. Tinggi kursi itu memiliki tinggi sekitar setengah meter dan lebar hanya tiga puluh sentimeter persegi. Kursi itu dua-duanya tidak memiliki sandaran, sebenarnya itu lebih mirip meja versi mini. "Cepat!!!" Bu Sukma membentak lagi.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai kursi buat bab
Baca
+Pustaka
Sentuhan Pria Dewasa

Sentuhan Pria Dewasa

“Iya, Bu.” “Silakan duduk aja, hari ini boleh nunggu di sini,” kata guru itu. Arkana mengangguk, lalu duduk di salah satu kursi kecil. Kursi anak-anak. Dan itu jelas tidak dirancang untuk orang dewasa. “Ini kursi bikin gue panas dingin” gumamnya pelan, berusaha menyesuaikan posisi. Dari tempatnya duduk, Arkana bisa melihat ke dalam kelas.
1056.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai kursi buat bab
Baca
+Pustaka
Dewa Naga Terpilih

Dewa Naga Terpilih

Dia berjalan maju untuk lebih dekat pada kursi terhormat itu. "Mengapa kursi itu hancur? Siapa yang sudah membuatnya seperti itu, Hem?" tanya Mr. Bima. Semua mata menatap penuh tanya pada Mr. Bima, mereka menggelengkan kepala dan ada yang membantah pernyataan pria itu. Bima maju, dia tidak percaya dengan ucapan dari beberapa yang hadir bahwa kondisi kursi tersebut baik-baik saja. Dengan santai Mr. Bima maju dan menyentuh ujung jarinya pada sandaran tangan kursi itu.
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai kursi buat bab
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status