JODOH ISTIKHARAH
Dea menatap jengah laki-laki yang ada di depannya, tadi dia mengatakan kalau ia tidak boleh duduk di kursi belakang, makanya ia keluar dan memilih naik bus, apa dia lupa kalau mereka bukan mahrom, berduaan di dalam mobil saja tidak boleh, apalagi duduk di sampingnya.
“Aku ‘kan enggak boleh duduk di belakang, jadi lebih baik aku naik bus saja,” tutur Dea.
“Oke! Kamu duduk di belakang dan aku jadi supir pribadi kamu hari ini,” putus Arfan, “tapi, kalau nanti kita sudah menikah, kamu harus duduk di depan, di samping saya,” tutur Arfan.
“Udah deh, enggak usah mulai ngelanturnya! Ayok, cepat kita pulang!” Dea pergi meninggalkan Arfan, lalu masuk kembali ke mobil.
Bab Populer