Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota

Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota

** Bus tujuan kawasan barat jauh sudah hampir penuh ketika mereka naik. Tiga kursi tersisa di baris paling belakang, dan dua gadis muda sudah menempati sisi dekat jendela. Mereka berempat membagi tempat duduk yang ada. Solus, karena posisinya di ujung, berakhir duduk tepat di sebelah salah satu gadis itu. Belum lima menit bus bergerak meninggalkan terminal, gadis di sebelah Solus sudah tidak bisa pura-pura tidak memperhatikan.
1056.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai kursi bus paling belakang
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
ARYA_RELOAD
aneh cerita lelang nya masa iya si Rian nawar barang 4 00M sampai 1,6 triliun dia sendiri yg naikin wkwkwk normal nya kan harus nya ada lawan yg naikin harga baru Riyan lawan naikin harga, lah ini Riyan sendiri yg naikin harga kan koplak wkwkwkwk
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Sayap Felysia

Sayap Felysia

Ia berjalan santai, menuju tempat duduk di paling belakang. Tempat duduk di paling belakang seharusnya terisi 6 orang penumpang. Tetapi, sengaja dikosongkan satu kuris. Kursi kosong itu berada di dekat kaca bus sebelah kanan dan di sebelah kursi itu adalah tempat duduk Ardiansyah. Dengan santainya, ia menempati kursi itu. Lalu, memandang Ardiansyah yang tengah meliriknya.
1016.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 519 kali sebagai kursi bus paling belakang
Baca
+Pustaka
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

Matari dengan langkah cepat segera masuk ke dalam busnya. “Kok lama? Kayanya tadi toiletnya nggak penuh?” tanya Lisa. “Salah masuk bus gue,” jawab Matari polos. “Hah? Kok bisa?” tanya Thea bingung namun ingin tertawa juga. “Bus belakang ini ya? Itu kan kelas 3 B, dodol!” “Lah, kan seinget gue parkirnya di situ. Gue inget deketan sama pohon akasia.” Jawab Matari kesal.
1015.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 317 kali sebagai kursi bus paling belakang
Baca
+Pustaka
From Bully to Love Me

From Bully to Love Me

"Gue enggak mau duduk di kursi paling belakang," ucap Elang kala Adit sudah membuka pintu penumpang belakang mobil SUV milik Gavriel. Mendengar hal itu, Adit segera memilih untuk melipat kursi penumpang tengah dan ia segera masuk ke kursi yang paling belakang. Wilson yang melihat ini hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai kursi bus paling belakang
Baca
+Pustaka
Terjerat Gadis Manja

Terjerat Gadis Manja

Entah kenapa hari ini Bianca ingin merasakan naik bis kembali, setelah cukup lama ia tidak menaiki transportasi umum itu. Sebuah bus berhenti di depannya. Dengan semangat Bianca melangkah masuk dan bernapas lega melihat kondisi bus yang cukup sepi. Ia memutuskan untuk duduk di kursi belakang dan di dekat jendela, sembari mendengarkan lagu dari earphone putih kesayangannya.
1016.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 641 kali sebagai kursi bus paling belakang
Baca
+Pustaka
Antara Aku dan Dia

Antara Aku dan Dia

Dia pasti akan merindukannya. 20 menit akhirnya bus berhenti di terminal. Leta turun dan mencari bus dengan tujuan kota yang akan didatanginya. Dia berputar-putar ke bis satu ke lain, saat Leta menemukannya dia langsung bergegas untuk naik. Dia memasuki bus tersebut, dan pilihan duduknya jatuh pada 2 kursi di belakang sopir di samping jendela. Saat penumpang sudah terlihat penuh akhirnya bus itupun melaju.
1017.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 534 kali sebagai kursi bus paling belakang
Baca
+Pustaka
Just Friend (Trilogi Just, Seri-1)

Just Friend (Trilogi Just, Seri-1)

kata Bran mengerling ke kursi nomor dua dari belakang. Gue mengangguk sebelum menaiki minibus. Ternyata Tante Lisa sudah duduk manis di kursi tepat belakang supir. Mama dan Papa bakalan duduk di belakang Om Sandy dan Tante Lisa deh. Sementara Uda David dan Donny duduk di kursi paling belakang. “Kak Gadis nggak ikut?” Gue menoleh ke arah Bran yang sudah duduk di samping.
1010.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 420 kali sebagai kursi bus paling belakang
Baca
+Pustaka
Taubatnya Mantan Pejantan Tangguh

Taubatnya Mantan Pejantan Tangguh

"Gua nggak mau duit receh, keluarin dompet lu." Astaga, posisiku sangat tidak menguntungkan. Penumpang lain di depanku sudah pulas. Begitupun yang di sampingnya, sibuk dengan gawainya. Kursi paling belakang ini memang tak ada yang menempati, kecuali satu orang dekat pintu. Dia pun sedang sibuk dengan bukunya. Memang aku lebih senang duduk di belakang karena lebih leluasa. Ternyata hariku apes bertemu pengamen sia*lan itu.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai kursi bus paling belakang
Baca
+Pustaka
FATED

FATED

Alhasil, aku memilih tempat duduk paling belakang. Bus berjalan begitu aku mendaratkan pantatku di dalam kursi bus yang hangat. Sepertinya, baru ada penumpang yang menduduki kursi ini dengan waktu yang sangat lama. Perjalanan dari sekolah menuju rumah tidak memakan waktu yang banyak. Dengan bus, hanya memerlukan waktu kurang lebih sepuluh menit.
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai kursi bus paling belakang
Baca
+Pustaka
JODOH ISTIKHARAH

JODOH ISTIKHARAH

Dea menatap jengah laki-laki yang ada di depannya, tadi dia mengatakan kalau ia tidak boleh duduk di kursi belakang, makanya ia keluar dan memilih naik bus, apa dia lupa kalau mereka bukan mahrom, berduaan di dalam mobil saja tidak boleh, apalagi duduk di sampingnya. “Aku ‘kan enggak boleh duduk di belakang, jadi lebih baik aku naik bus saja,” tutur Dea. “Oke! Kamu duduk di belakang dan aku jadi supir pribadi kamu hari ini,” putus Arfan, “tapi, kalau nanti kita sudah menikah, kamu harus duduk di depan, di samping saya,” tutur Arfan. “Udah deh, enggak usah mulai ngelanturnya! Ayok, cepat kita pulang!” Dea pergi meninggalkan Arfan, lalu masuk kembali ke mobil.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai kursi bus paling belakang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status