Cinta di Kursi Roda
Baginya, Laila adalah matahari yang membimbingnya keluar dari malam panjang yang gelap.
Suara pintu yang terbuka membuyarkan lamunannya. Seorang konselor, seorang perempuan dengan senyum lembut, memanggil namanya dan memberi isyarat agar ia masuk. Dengan napas yang ditahan, Raka melangkah masuk ke dalam ruangan yang sederhana namun hangat. Di dalam ruangan itu, ada sofa yang empuk, tanaman kecil di sudut, dan cahaya lampu lembut yang menciptakan suasana nyaman. Konselor itu mempersilakan Raka duduk, lalu memandangnya dengan tatapan penuh pengertian, tanpa penilaian.
“Selamat datang, Raka,” ucapnya dengan suara lembut yang penuh kehangatan. “Saya senang kamu memutuskan untuk datang hari ini.
Chapitres populaires