Tante Retno, I Love You
Tanya Rio pelan setelah hampir satu menit ia mendapatkan klimaks.
"No. Aku suka di atas kamu kaya gini."
Rio hanya tersenyum. Lalu ia merapikan rambut Retno. Ia menyelipkan beberapa helai rambut Retno di belakang telinganya dan ia menarik turun kepala Retno untuk mencium kening, lalu kedua sudut mata, pipi kanan kini, hidung dan terakhir kecupan singkat di bibir. Sebuah perlakuan sederhana namun manis menurut Retno. Ia tidak pernah di perlakukan seperti ini ketika acara making love-nya selesai di lakukan. Entah untuk yang kesekian kalinya Retno selalu ingin menangis. Menangis haru, karena akhirnya ada orang yang bisa mengerti dirinya, tanpa pernah memberikan label buruk kepadanya. Dengan Rio