Kutukan Perjaka Tua
"Bang Ayas tuh … ngeselin banget, sih!"
Tawa Bang Ayas berderai. Dia berkelit saat aku hendak mencubitnya lagi. "Tapi, sayang, kan?"
Sekarang, aku mendekat ke wajahnya. "Menurut Bang Ayas, emangnya kita nikah gara-gara kutukan?"
"Jadi karena sayang, kan?"
"Pake nanya!" Aku menjauh, tapi Bang Ayas lebih dulu mencekal kedua lenganku hingga terjatuh ke dadanya.