Di Kehidupan Kedua, Aku Mencintai Musuh Suamiku
bisik Darren, suaranya parau, dipenuhi oleh nada posesif.
Aruna membuka matanya perlahan, menatap manik hitam Darren yang kini berkilat penuh gairah dan kepuasan. Ia tersenyum tipis, lalu mengusap sisa saliva di sudut bibir Darren dengan ibu jarinya. "Aku tidak pernah berniat menjadi istrinya lagi, Darren. Di mataku, Adrian hanyalah mayat berjalan yang sedang menunggu waktu kematiannya."