Sampai Maut Memisahkan Cinta
"Maaf, pak Nicho. Saya rasa ini..."
"Sejak pertama kali melihatmu, hatiku bergetar. Tak hanya parasmu yang mirip dengannya, tapi juga tanganmu. Gesturmu, cara bicaramu.. semuanya mirip dengannya." Lirih Nicho berurai air mata. "Apa kamu percaya akan kehidupan kedua setelah kematian, Rose? Setelah apa yang kamu katakan barusan, entah kenapa saya mempercayainya. Mungkin saja kamu adalah Bunga yang terlahir kembali."
Rose menggeleng dengan cepat. Matanya berputar menggelepar dengan panik. Secepat kilat ia memundurkan tubuhnya.