Rayuan Maut Para Tetanggaku
Nadira menutup mulut, menahan tawa, sementara aku hanya menggelengkan kepala, berusaha menutupi rasa malu.
“Udah, cepet pergi sebelum motor lu ilang!” kataku, mendorong Ardi keluar dengan bercanda.
Ardi akhirnya melangkah ke koridor, masih melambaikan tangan ke Nadira. “Dah, Mbak, sampai jumpa! Bim, jangan lupa ceritain soal bra Lady Gaga itu!” teriaknya setengah tertawa, lalu menghilang di ujung koridor.