JIWA-JIWA YANG MALANG
Maaf, maaf, sekali lagi maaf.
"Anak muda... andaikata jika air mata mu telah habis setelah perenungan dan penyesalan sebuah dosa yang tidak sebenarnya kau lakukan, akan tetapi kau juga yang harus menanggung kesalahan itu, terkurung dalam jeruji besi hingga membuat seseorang terpaksa mengenali kekosongan hatinya selama di penjara. Maka suara teriakan, tangisan, haru semuanya sudah tidak berarti lagi ditelinga mu. Dan jika ia masih mengingat ibunya yang berdosa, lantas mengapa harus dirimu yang datang memohon pengharapan untuk aku kembali padanya.
Memangnya kau siapa anak muda, lantas masih berhak kah?"
Bab Populer