Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Liara

Liara

Rasanya sakit ketika sekali lagi ia menyadari jika Anjani, ibu kandungnya itu salah. "Kau harus tahu. Aku sangat menyayangimu, Kak." Liara mengangguk. "Aku juga." Setelahnya, Liara memberikan buku tabungannya pada si adik. Lengkap dengan ATM dan sandinya. Liara berkata Tatiana bisa memiliki semua uang di sana dan bebas menggunakannya. ***
9.535.0K viewsCompletedAdded to Library 804 Times as lala an
Read
+Library
LUNA

LUNA

"Hei nak. Siapa namamu?" "Lalun, Laluna Aurora." Lelaki itu mengulangi menyebutkan nama Luna di telepon. "Laluna Aurora, silahkan masuk. Anda sudah di tunggu." Pagar tinggi yang sedari tadi di tutup secara otomatis terbuka. Taman cantik menemani perjalanan Luna menuju pintu utama. Sebelum gadis itu memencet bel, pintu itu terbuka menampilkan sosok wawanita berumur setengah abad dengan seragam hitam.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as lala an
Read
+Library
Laurene

Laurene

Sella merasa sangat lega melihat sahabatnya itu akhirnya sadar juga. "Alhamdulilah, kamu sudah sadar Laurene." Laurene juga mendengar suara Bu Lela, wali kelas mereka, dan Laurene melihat Bu Lela berjalan menghampirinya. "Syukurlah kamu sudah sadar, nak. " kata bu Lela sambil tersenyum lega melihat Laurene sudah sadar kembali.
9.94.6K viewsCompletedAdded to Library 109 Times as lala an
Read
+Library
ZANNA

ZANNA

Masih tahu diri siapa Kafka, dan Fanna hanya cewek biasa disekolahnya. "Dia itu penyanyi, suaranya bagus banget. Bukan cuman penyanyi, si Kafka itu selebriti i*******m. Pokoknya dia itu multitalenta banget, apa aja bisa." papar Fanna, matanya menatap Kafka yang tengah dihukum oleh pak Edi. Zanna hanya menganggukan kepala saja, pantas dia tidak asing dengan wajahnya. Ternyata, Kafka adalah selebriti i*******m yang dia follow waktu lalu.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as lala an
Read
+Library
Petani Terkuat

Petani Terkuat

Jaka terdiam. Ia memandang Lala dengan ekspresi sulit dijelaskan. Lala memang sangat cantik. Rambut hitam panjang, kulit putih mulus tanpa cela, bibir kemerahan yang tampak lembut, serta lekuk tubuh yang sulit diabaikan. Bahkan pakaian pendaki yang tertutup pun tidak sepenuhnya mampu menyembunyikan pesonanya. Terlebih lagi, bagian dadanya memang terlihat sangat menonjol, kira-kira setara F-cup.
105.9K viewsOngoingAdded to Library 165 Times as lala an
Read
+Library
Luna dalam Lara

Luna dalam Lara

Ia tersenyum tipis, senyum yang sama sekali tidak ada kehangatan, hanya sebuah pengakuan yang dingin. "Lidya sudah mati, Rizal," kata Luna, suaranya pelan, hanya didengar oleh Rizal. "Namaku Luna. Dan aku datang untuk menagih janji." Sebelum Rizal sempat mengucapkan sepatah kata pun, Luna sudah berjalan melewatinya, menuju Tuan Sanjaya, yang menunggu dengan penuh antusias. Rizal berdiri sendiri, dihantam oleh kehadiran masa lalu yang kini berubah menjadi ancaman. Sementara itu, Damon mengawasi dari kejauhan, menatap Luna dengan kekhawatiran yang mendalam. Ia tahu, permainan sesungguhnya baru saja dimulai
10838 viewsOngoingAdded to Library 26 Times as lala an
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status