Nadira
Nadira yang telah duduk di kursinya menoleh ke arah Erlan.
"Emang, enggak panuan?"
"Iyalah, ya, kali."
Nadira mengangguk mengerti, kemudiran kembali berbicara. "No pap, hoax."
Kembali membuat satu kelas tertawa dan ikut mendesak Erlan untuk membuktikan ucapannya. Wajah Erlan merah karena malu, dia memang tidak punya panu. Namun, untuk membuktikan kebenaran tersebut, dia masih punya urat malu. Bayangan dia harus memperlihatkan bokong tampannya membuat bulu kuduknya meremang, geli sendiri.
Hot Chapters