Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Legenda Tang Hu

Legenda Tang Hu

"Tunggu dulu, aku memiliki sesuatu yang baik dibalik lengan bajuku..." "Sesuatu?!..." Tang Hu tanpa sadar meraih lengan baju yang terpotong dan tergeletak di dekatnya. Dia meraih sebuah buku kemudian dia melihat catatan pada bagian luarnya. Manual Penghisap Jiwa.
9.1147.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai lanjutan novel pergi tere liye
Baca
+Pustaka
Setelah Aku Pergi

Setelah Aku Pergi

“Gue besok mau pulang ke rumah mendiang nenek gue di Seoul. Gue mau mulai hidup baru di sana. Gak tau bakal jadi apa… tapi gue pengin ninggalin semua luka di sini.” Dewi menatap Aileen dalam diam. Matanya penuh haru dan empati. “Lo pasti bisa, Leen. Di mana pun lo berada nanti, gue yakin lo bakal nemuin ketenangan yang selama ini lo cari.”
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai lanjutan novel pergi tere liye
Baca
+Pustaka
Petualangan di Planet Tera

Petualangan di Planet Tera

tanya Rama. Rahula tersenyum. Ia memahami keadaan Rama. Siapapun yang tiba di tempat baru, pasti akan memiliki rasa penasaran yang sama. "Tentu saja. Kuharap kau menyimaknya dengan baik." Rahula lalu menjelaskan. "Tak seperti apa yang dipahami manusia, pada kenyataannya memang terdapat tiga semesta, yakni Mayapada, Madyapada, dan Arcapada."
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai lanjutan novel pergi tere liye
Baca
+Pustaka
Dangerous Lies [Bahasa Indonesia]

Dangerous Lies [Bahasa Indonesia]

Jujur, Falri sedikit malu ingin menyampaikan permintaannya pada Glen. Mereka berdua makan hingga tanda tersisa. Pokoknya kalau kalian pergi ke dunia orange jangan lupa mampir ke pecel lele Bu Iy. Mantap, harga murah, kualitas mewah. Ihiy! "Jadi, apa yang mau lo omongin?" tanya Glen penasaran seraya mengusap mulutnya. "Anu. Gue mau anu." "Lo mau masturbasi? Heh?"
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai lanjutan novel pergi tere liye
Baca
+Pustaka
Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih

Tercipta nelangsa di pucuk rerumputan Oh harumnya dukaku, Ditiup semilir sikapmu mendua Menghitung bintang satu satu Sesukar meraba lelikuan sifatmu Berkali diri ini, terpaksa jatuh Pada jurangnya bimbang, dan Asa yang tercecer sempat bertanya Senyum atau merahkah kau tawarkan? Bagi jiwa dahaga ‘smara Aku ini . . . “Kriiing … Kriiing …,” dering ponsel membuyarkan suara Nazwa menyenandungkan lagu Lara Melanda dari Kla Project sembari mengeluarkan camilan yang dibuatnya dari oven.
6.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 242 kali sebagai lanjutan novel pergi tere liye
Baca
+Pustaka
Kepergian Tanpa Tanggal Pulang

Kepergian Tanpa Tanggal Pulang

Dia ragu-ragu sejenak, tetapi tetap datang, suaranya lembut dan dengan sedikit harapan, “Nona, bisakah kita mengobrol?” Awalnya aku ragu dan tidak mengerti tujuannya, tetapi entah mengapa, di dalam hatiku aku merasakan kedekatan yang tidak dapat dijelaskan dengannya. Akhirnya, aku mengangguk, “Baik.” Lebih dari sebulan kemudian, berita datang, Laura sudah melahirkan. Keluarga mertuanya mengadakan perjamuan besar dan membanggakan di mana-mana, mengatakan bahwa keluarganya memiliki seorang cucu laki-laki, suasananya sungguh luar biasa.
6.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai lanjutan novel pergi tere liye
Baca
+Pustaka
Asmara untuk Abinawa

Asmara untuk Abinawa

Ia mengulurkan tangannya dan aku hanya menaikkan alisku karena bingung. “Gua mau minjem buku yang lagi lu pegang”, jelasnya yang kubalas dengan anggukan kepala dan bibir yang membentuk huruf o. Aku menyerahkan novel “Negeri Para Bedebah” karya Tere Liye itu kepadanya, namun aku tak mendengar ucapan terima kasih terlontar dari bibirnya yang agak tipis dan berwarna pink itu.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai lanjutan novel pergi tere liye
Baca
+Pustaka
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Dan, selesailah tugas yang diperintahkan kakaknya. “Selesai, saatnya kita berangkat.” Hinia semangat sekali. “Baiklah, tinggal menunggu mobil terbang datang.” Hanai menambahi dengan gayanya yang dingin. Mobil terbang? Apakah benar ada mobil terbang di sini? Aneh sekali, sepertinya semua teknologi yang diceritakan dalam novel Tere Liye, ada di sini. Termasuk kamera terbang yang sangat kecil ukurannya.
1010.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 384 kali sebagai lanjutan novel pergi tere liye
Baca
+Pustaka
Who Am I: Past Lives

Who Am I: Past Lives

a Ayahnya dan Reika bermain gelembung sabun, berlari kesana-kemari. Ia duduk di bangku bersama ibunya, sibuk membaca buku novel Negeri Para Bedebah, karya Tere Liye. “Leika, awas, sayang!” ujar wanita itu ketika melihat putri bungsunya hampir terselip. Mendengarnya, Lucy sontak ikut mengalihkan perhatiannya kepada adiknya.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai lanjutan novel pergi tere liye
Baca
+Pustaka
Istri Yang Terbuang

Istri Yang Terbuang

"Kamu akan tahu ceritanya seorang pejuang kuli tinta Jika kamu sudah terjun ke dalamnya nanti. Hahaha, ya sudah. Aku mau sarapan dulu." "Ok. Thanks semuanya ..lop yu tor. Judul yang Terasi jangan lupa dilanjutkan, Tor. Gua suka," pelik Kinan yang merupakan salah satu fans dari cerbung cerbung Sarah. "Haisss … pembaca rubes memang kamu. Dahlah, mau sarapan dulu. Bye .."
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 504 kali sebagai lanjutan novel pergi tere liye
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status