Selir Yang Terlupakan
"Berapa banyak yang telah kau habiskan?"
Sebelum aku sempat menjawab, Mei Mei kembali membawa tumpukan buku catatan tua yang berdebu dan bernoda tinta. Ia meletakkannya perlahan di atas meja rendah, lalu membungkuk dalam-dalam.
Kaisar bahkan tak melirik sedikit pun ke arah Kasim yang masih gemetar ketakutan di ambang pintu. Ia langsung menarik buku catatan paling atas, membalik halamannya dengan gerakan cepat dan terlatih. Matanya menyapu deretan angka, tanggal, nama barang, dan nama pelayan yang dibayar.