Terjerat Gairah Pembantu Cantik
Tatapan matanya meski lesu, masih menyimpan rasa hangat ketika melihat istrinya begitu perhatian.
Setelahnya, Nilam mengeluarkan sesuatu dari kantong obat yang OB beli barusan, sebuah plester demam. Ia membukanya dengan cekatan, lalu menempelkan di dahi Jean dengan gerakan lembut.
“Nah, sekarang ayo pindah ke sofa! Biar kamu bisa rebahan dulu sebentar,” perintahnya sambil menepuk pelan sofa panjang di sisi ruangan.