Suamiku Lupa Privasi Story WhatsApp
"Mau mulut Mbak jelek, hidungnya pesek, atau Mbak gendut sekalipun. Mbak tetap kakakku. Ya, meskipun nyebelinnya bikin sakit jantung. Tapi tetep harus aku lindungi sebisaku."
Perasaanku campur aduk, mendengar Laras. Hati yang awalnya cemas dan teluka, damai lagi. Itulah kelebihannya. Dia tidak pernah dendam kepada orang lain. Apalagi saudara sendiri. Dalam ucapan memang kadang tak terkontrol. Namun, aslinya hati Laras sebening mata air pegunungan, yang jernih seperti air Aqua.
"Ras, maaf 1000 kali pokoknya. Mbak yang salah. Benar kata kamu, Mbak harus lebih jeli mengawasi Zahwa. Kayanya ada yang gak beres."