Cinta Palsu Suami Mafiaku
Tangannya mencengkeram pinggangku saat dia berbisik pelan dan serak, “Tenang saja … peredam suaranya sudah terpasang. Nggak akan ada yang mendengarkan. Kenapa kau malu, hmm?”
Aku memeluknya erat, jantungku berdebar kencang, cinta dan hasrat bercampur aduk menjadi satu, saat gelombang kenikmatan meningkat lebih cepat. Klimaks menghantamku, membuatku gemetar, tak mampu menahan suara.
Dan kemudian bibirnya, hangat dan menggoda, menempel di dadaku.
Hingga dering ponsel tiba-tiba memecah suasana.
Bab Populer