Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Ia membalik halaman terakhir. Kosong. Hanya satu kalimat di tengah halaman itu: “Tulislah siapa yang harus mati terakhir.” Naira tertegun. “Terakhir…? Bukankah semua sudah—” “Belum. Kau masih hidup. Maka kontrak belum selesai.” Suara itu berganti nada—lebih lembut, seperti suara ibunya dulu. “Kalau kau ingin semua berhenti… tulis satu nama terakhir. Dunia hanya butuh satu akhir yang benar.”
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai last chapter artinya
Baca
+Pustaka
Titik terakhir

Titik terakhir

Lalu Fauzi bertanya, seolah mengalami pergantian topik, "ada apa?" Tentu saja hal itu membuat aku bingung, "maksudnya?" "Kamu tadikan manggil aku 'sayang', jadi aku tanya 'ada apa?'." Tolonglah. Letakkan karung ataupun permadani terbang untuk menangkap bunga-bunga yang berterbangan. Kilauannya ingin aku simpan untuk selama-lamanya. Karena sungguh, aku tidak mau kelopaknya jatuh sia-sia, berserakan tanpa ada yang memungut.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai last chapter artinya
Baca
+Pustaka
His Last Wish (Indonesian)

His Last Wish (Indonesian)

Hidungnya yang peka itu masih bisa mencium aroma darah yang tersisa dari kertas lusuh itu. Amanda Chloe Kota Cirillo 26 Oktober 20xx “Amanda, ya?” ujarnya seraya menyangga kepalanya di atas meja. Bahkan di saat terakhirnya, Arnold berjuang keras menggenggam kertas itu sekuat tenaga, seakan ingin melindungi apa yang ada di dalam secarik kertas itu. Napasnya sedikit tercekat. Bayangan akan kematian temannya…
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai last chapter artinya
Baca
+Pustaka
Anniversary Terakhir

Anniversary Terakhir

komentarnya pada setengah durasi video yang diputar. “Putar sampai habis,” ujar Andika. Dwi bersorak melihat Fajar berguling-guling memegang alat vitalnya. Dia me-replay bagian akhir. “Apa itunya bisa dipotong habis?” Andika geleng-geleng kepala mendengar ucapan remaja labil itu, lantas mengambil poselnya.
1019.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 491 kali sebagai last chapter artinya
Baca
+Pustaka
Belenggu Rumah Darah

Belenggu Rumah Darah

Di surat itu hanya ada satu kalimat, yang seolah menjadi pesan terakhir bagi mereka. "Kamu harus membuka pintu terakhir." Arga merasa tubuhnya menegang. "Pintu terakhir?" Bram menggelengkan kepala dengan bingung. "Apa maksudnya, Ga? Pintu yang mana?" Namun sebelum Arga bisa menjawab, suara berat dan pelan itu kembali terdengar, kali ini lebih dekat, lebih mengancam. Langkah-langkah berat dari bayangan besar itu kini terdengar di dekat mereka.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai last chapter artinya
Baca
+Pustaka
Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku

Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku

Dia berkata dengan hati-hati dan gembira, “Janice, itu kamu? Jangan pergi! Janice, lihatlah Ibu. Berbalik dan lihatlah Ibu ....” Aku tidak menoleh. Sebelum mati, kami tidak sempat bertemu untuk yang terakhir kalinya. Setelah mati, kami juga tidak perlu bertemu lagi. Arwahku perlahan-lahan hancur menjadi partikel kecil dan larut dalam angin. Bintang melintasi langit dan jatuh di antara pegunungan dan air. Konon, jika membuat permohonan pada bintang jatuh, permintaan itu akan terwujud.
5.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai last chapter artinya
Baca
+Pustaka
Pesan Terakhir Loren Jose

Pesan Terakhir Loren Jose

Namun, nenek mulai menunjukkan tanda-tanda kehilangan kewarasan. Setiap hari, dia berbicara sendiri di depan altar kakek. "Suamiku, kamu sudah bertemu dengan Loren, cucu kita?" "Kalau sudah, bawalah dia dan datang ke mimpiku." "Aku merindukannya." "Aku bahkan nggak sempat melihatnya untuk terakhir kali. Kumohon, biarkan aku bertemu dengannya."
8.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai last chapter artinya
Baca
+Pustaka
lantai tiga belas

lantai tiga belas

"Aku ikut... Tapi kali ini, kita tutup gerbang itu... untuk selamanya." Pria itu mengangguk. "Kalau begitu, bersiaplah. Mereka akan mencoba menghentikan kita. Bahkan, menggunakan tubuh orang-orang terdekatmu." Sinta menatap buku tua di tangannya. Halaman terakhir kini terbuka sendiri. Di sana tergambar lingkaran ritual, simbol pemanggilan, dan catatan yang tertulis dengan darah: “Pengorbanan terakhir adalah kunci penutupan.”
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai last chapter artinya
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Naga Terakhir

Kebangkitan Naga Terakhir

"Apa kau punya kata-kata terakhir? Tampaknya aku tidak akan memaafkanmu." Drake balik menegakkan badan. Seringainya pun terbentuk lebih lebar. "Kau pasti sudah berada di ambang kematian hingga berhalusinasi sampai sejauh itu," ejeknya. "Kalau begitu, mari kita lihat sampai di mana kau akan bertahan."
84.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai last chapter artinya
Baca
+Pustaka
Infinity Love (Bahasa Indonesia)

Infinity Love (Bahasa Indonesia)

Dengan tatapan yang tak seorang pun tahu apa arti di baliknya. _______________________ Piye? Bagaimana menurut kalian? Tambah seru, atau malah booring? Mampir juga ya ke cerita aku yang judulnya LAST NAME. Terima kasih pembaca tercintaku ❤
9.916.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 621 kali sebagai last chapter artinya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status