KAUM TERAKHIR
Kembali mendatarkan wajahnya, Kyana berbicara pelan, "Bertingkahlah seperti kalian tidak mengetahui apapun. Kita lihat seberapa hebat sekumpulan sampah itu."
Untuk sejenak netra hitam legam Kyana berkilat, sembuart kemerahan dengan sedikit percikan terlihat di irisnya. Mengangkat dagunya, mulai melangkahkan kedua kakinya memasuki istana diikuti oleh kedua pengawalnya dan juga anak panah yang kapan saja melesat menembus dadanya. Suara heels yang mengetuk tegas lantai aula istana yang telah dipenuhi lautan manusia, berhasil menyita perhatian semua orang. Ditambah lagi dengan aroma khas yang selalu menguar dari tubuh Kyana membuat siapa saja tahu bahwa Sang Kaum Terakhir-Kegelapan datang.
Hot Chapters