Jenderal, Nyonya Muda Menginginkanmu!
Saat ia melangkah keluar dari Paviliun Merak, senyum tipis di bibirnya berubah menjadi garis lurus yang dingin.
Sementara itu, di balik dinding kusam Kuil Teratai Putih, Li Lian tidak sedang berdiam diri. Setelah konfrontasi dengan Ibu Suri yang menguras tenaga, ia menghabiskan waktu di sudut kamarnya yang gelap.
Menggunakan sepotong arang kecil dan secarik kain sutra yang ia sobek dari lapisan dalam jubahnya, Li Lian menuliskan baris-baris kode yang sangat rapat.