Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Yang Terpilih

Yang Terpilih

Tahun 1988 Jakarta “Kini aku bertanya dalam hati Di balik semua itu Adakah misteri? Di balik sinar matamu nan tajam Kulihat ada suatu misteri, suatu misteri!” Aku berteriak, melengking, menyanyikan lagu Penari Ular-nya Ita Purnamasari yang terkenal saat ini. Tubuhku meliuk-liuk mengikuti gaya penyanyi yang sedang naik daun itu. Namun tiba-tiba keadaan senyap, aku mendongak. Ternyata Mommy yang menekan tombol on-off di walkman-ku.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai latar belakang tere liye
Baca
+Pustaka
Lentera Terakhir

Lentera Terakhir

"Aku lihat berita, jadi aku ingin membahas tentang pekerjaan, bukan acara bulan madu." Delia langsung melirik, ya benar. Menikah sudah beberapa bulan lalu, tapi baru memutuskan untuk berlibur. Karena memang Deryn bukan orang sembarangan, diperlukan tiap kali ada kasus kematian tak wajar. Seorang ketua di state forensik. "Aku akan mengirimimu gambar." Deryn menscreen video ketika sesuatu merangkak keluar dari tubuh wanita tanpa busana. Lantas mengirimkannya pada Rio, bawahan suaminya.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai latar belakang tere liye
Baca
+Pustaka
Obsesi sang protagonis

Obsesi sang protagonis

Mencoba memikirkan kemungkinan kesimpulan paling masuk akal akan kejadian yang menimpa. Dia, Teresia Syeilendri, hanya wanita 25 tahun yang seorang pegawai kantor swasta dengan gaji UMP Jakarta, hidup seadanya di apartemen kecil, karena merantau dari kampung, harus membagi gaji antara kebutuhan sendiri dan kebutuhan orang tua. Medadak berpindah jiwa menjadi Vie Yerinsa De Vries, saudara perempuan Gabriella Erish De Vries. Sedangkan, Gabriella Erish De Vries adalah pemeran utama wanita dalam novel < I'M Yours >.
1017.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 369 kali sebagai latar belakang tere liye
Baca
+Pustaka
Dibalik Bayang

Dibalik Bayang

Layang-layang kini pergi entah kemana, mencari tempat untuk melelapkan seharap cita. Di sebuah rumah minimalis yang dibangun menggunakan gaya arsitek neo klasik, dengan dihiasi ukiran-ukiran yang cukup memanjakan mata di setiap tiang penyangga yang berdiri tegak di depan teras dan juga atap rumah yang terdesain sempurna, begitu elok dipandang mata.
552 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai latar belakang tere liye
Baca
+Pustaka
Cinta Dalam Riuh Salju

Cinta Dalam Riuh Salju

tanya Leo perlahan. Layla tak langsung menjawab. Ia memutar sebuah logam di ujung kotak itu, dan panel kecil terbuka, menampilkan dua lubang kecil berbentuk sidik jari. “Aku ingin membongkar semuanya. Tapi aku ingin kau tahu dulu… Liesel tidak sepenuhnya jahat. Ia memang manipulatif, egois, dan visioner—tapi sebagian dari yang ia lakukan, dilatarbelakangi ketakutan.”
888 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai latar belakang tere liye
Baca
+Pustaka
Dari Sahabat jadi Mempelai

Dari Sahabat jadi Mempelai

------ Sore itu, Lila dan Rey bersiap meninggalkan rumah—apartment mungil yang selama ini terasa seperti surga kecil mereka, tempat penuh tawa, pelukan hangat, dan sedikit sampai banyak rahasia. Tapi kini, cerita akan beralih ke sudut yang lebih gelap. Ferdy duduk di sudut ruang tamu malam itu, matanya tertuju pada foto lama—foto seorang wanita tua yang menjadi alasannya untuk membalas dendam.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai latar belakang tere liye
Baca
+Pustaka
WARISAN DEWA YANG TERSEMBUNYI

WARISAN DEWA YANG TERSEMBUNYI

“Dengan nyawaku, aku akan melindunginya.” Selene, yang berdiri di belakang, hanya mengangkat alis seolah tak terkesan, namun ada sedikit kilatan lega di matanya. Lyra menepuk bahu Nerida dengan semangat. “Yuk! Petualangan baru menunggu!” --- 2. Kapal Menuju Daratan Timur
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai latar belakang tere liye
Baca
+Pustaka
Gairah Sang CEO Muda

Gairah Sang CEO Muda

Pertemuan di Taman Belakang Alya menerima undangan tersebut. Mereka bertemu di sebuah kafe tertutup di Jakarta Selatan. Saat Alya datang, Imelda merasakan aura yang jauh berbeda dari apa yang ia bayangkan. Alya tidak memakai perhiasan yang mencolok, namun caranya duduk dan menatap memberikan kesan otoritas yang tenang—tipe otoritas yang tidak perlu berteriak untuk didengar. "Anda sangat berani, Imelda," ujar Alya sambil meletakkan cangkir tehnya. "Atau mungkin sangat nekat. Leo ingin mematikan seluruh sistem kelistrikan gedung Anda kemarin, tapi saya melarangnya."
101.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai latar belakang tere liye
Baca
+Pustaka
Tertawan Masa Lalu

Tertawan Masa Lalu

Mahiya menjentikkan jari dengan senyum menyeringai, khas jika sedang bercanda. "Ck! Apaan, sih? Ngapain juga harus Bonge? Lee Min Ho, kek." Indana mencebik kesal. Dia merapikan kembali hijab, lalu menata map-map yang berserakan di meja. "Lagian, masih pagi udah bobo cantik aja. Habis ngapain kemaren?" Mahiya duduk di kursi putar yang berada di depannya. Indana tak menggubris dan kembali melanjutkan pekerjaan. Indana masih sangat syok dengan mimpi tadi.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai latar belakang tere liye
Baca
+Pustaka
Rahasia di Balik Tirai Malam Pertama

Rahasia di Balik Tirai Malam Pertama

Malam itu, meskipun masakannya kurang sempurna, hati mereka penuh dengan kebahagiaan dan kehangatan. Malam yang tadinya tenang berubah menjadi sedikit canggung ketika pintu pintu ada yang ketuk. Aditya bangkit untuk membuka pintu, dan di depan sana berdirilah Tante Rita, tetangga mereka yang terkenal dengan sikapnya yang genit. Ia membawa sepiring ayam bakar sambil tersenyum lebar. Namun, yang membuat Aisyah tak nyaman adalah pakaian Tante Rita—gaun pendek tanpa lengan yang sangat mencolok.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai latar belakang tere liye
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status