Telat Nikah
Menyusuri lorong kamar demi kamar, Mas Gun terus menggandeng tangan ini.
"Barusan Firman bales wa. Sudah di depan resto lantai 52 katanya. Tinggal menunggu kita saja, Mas." Keluarga besar sepakat untuk lunch bareng di salah satu resto favorit di hotel ini.
"Ooh. Oke!"
"Mas, aku enggak bakalan jatuh, kok. Enggak usah dipegangin enggak papa." Naik lift pun, aku diperlakukan seperti nenek-nenek yang ingin menyeberang jalan.