Tawanan Mafia Mesum
Aura wanita itu memancarkan kepercayaan diri, sekaligus sesuatu yang samar… mungkin ancaman, mungkin hanya rasa ingin tahu yang berlebihan.
Langkah wanita itu akhirnya mendekat. Suara sepatunya terdengar lembut di atas karpet, namun cukup untuk membuat Hazel menoleh.
“Selamat malam,” ucapnya dengan senyum tipis yang lebih terukur daripada ramah. “Maaf kalau aku terlalu langsung… Aku Laura.”
Hazel mengangguk sopan, meski ada sedikit kerutan di dahinya. “Hazel,” balasnya singkat.
Bab Populer